Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Lima kali menjalani operasi hidung bukan berarti Anisa Bahar ingin terus mengubah penampilannya agar semakin mancung.

Pedangdut berusia 51 tahun itu justru mengungkap bahwa prosedur terbarunya dilakukan untuk menurunkan bagian hidung yang dirasa terlalu tinggi sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Pengalaman itu diceritakan Anisa saat menjadi bintang tamu program Pagi-Pagi Ambyar di Trans TV.

Dalam tayangan YouTube TRANS TV Official yang diunggah pada Kamis (29/10/2026), ia juga membahas riwayat operasi, biaya revisi, hingga alasannya memilih Vietnam untuk tindakan terbaru.

| Baca Juga: Ingin Jadi Sexy Mom, Jennifer Lawrence Blak-Blakan soal Operasi Plastik

Anisa Bahar Sudah Lima Kali Operasi Hidung

Anisa membenarkan bahwa dirinya telah menjalani operasi hidung sebanyak lima kali. Prosedur pertama berawal dari kecelakaan pada 1997 yang membuat hidungnya mengalami cedera.

Namun, hasil tindakan awal belum sepenuhnya sesuai harapan karena bentuk hidungnya masih terlihat miring. "Jadi, total operasi lima kali," ungkap Anisa.

Seiring waktu, ia merasa bagian hidung tertentu terlalu tinggi dan mengganggu kenyamanan. Anisa juga mengaku kerap mengalami hidung tersumbat serta melihat bentuk hidungnya belum simetris.

"Ya, mampet terus, miring terus," katanya. Karena itu, operasi revisi terakhir bukan bertujuan menambah kemancungan. Anisa justru meminta dokter mengurangi bagian atas hidung agar tampilannya lebih mendekati bentuk asli.

| Baca Juga: Jaringan Hidung Rusak Gegara Tanam Benang, Nita Gunawan Jalani Operasi Wajah di Shanghai

"Jadi kemarin aku turunin ini (hidung bagian atas) doang, jadi kembali ke hidung asli dulu, dikurangi bukan ditambah," jelasnya.

Biaya Operasi Revisi Hidung Capai Rp70 Juta

Selain jumlah prosedur, Anisa turut menjelaskan biaya yang dikeluarkan. Menurutnya, tarif operasi plastik bergantung pada metode dan jenis implan yang digunakan. Ia memakai implan Surgiform yang memiliki pori-pori.

1 2

Tags: