Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Sembilan tahun menanggalkan sosok Fahri, Fedi Nuril kembali menyandang nama itu. Namun kali ini bukan Fahri di film Ayat-Ayat Cinta yang sangat mencintai istrinya.

Melainkan Fahri di film Gak Ada Matinya arahan sutradara Muhadkly Acho. Fahri yang seorang investigator asuransi yang tegas, memiliki tatapan tajam dan prinsip yang kuat.

Menghadirkan kembali karakter yang sudah melekat dalam ingatan penonton tentu bukan keputusan sederhana. Terlebih, Fahri kini dibawa ke dalam cerita komedi yang menawarkan suasana berbeda dari film sebelumnya.

| Baca Juga: Tanggapan Santai Fedi Nuril soal Cemooh Film ‘Bapakmu Kiper’ Sepi Penonton

Namun, justru perubahan inilah yang menjadi salah satu tantangan sekaligus daya tarik Gak Ada Matinya. Sementara bagi Fedi sendiri, itu juga jadi satu pengalaman tersendiri. Karena meski bernama sama, tapi karakter dan genre yang dimainkan jauh berbeda.

Fahri kali ini dalam genre komedi dan itu juga jadi kesempatan bagi Fahri untuk belajar di genre berbeda. Dan itu tidak mudah.

”Menurutku komedi adalah genre yang sudah dan aku merasa harus menimba banyak ilmu serta pengalaman di genre itu,” kata Fedi di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Sabtu (31/10).

| Baca Juga: Masayu Anastasia Temukan Keseruan Baru Bintangi Film Komedi Anak

Untuk mendalami genre itu, aktor kelahiran 1 Juli 1982 itu belajar dari para komika dan cara kerja Acho. Bahwa seorang komika tidak hanya bertumpu pada keberanian tampil di depan penonton.

Komika terbiasa menulis materi, mengasah daya kritis dan mencari cara agar sebuah lelucon benar-benar bekerja. ”Satu yang aku notice, mereka untuk stand up harus nulis,” kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.

”Jadi mereka punya daya kritis dalam penulisan. Baik itu untuk improvisasi adegan atau apapun,” imbuhnya.

| Baca Juga: Hiro Murai Cetak Sejarah, Jadi Sutradara Asia Pertama yang Menang Emmy Kategori Komedi

Selain itu hal lain yang menarik perhatian Fedi adalah keseriusan para komika dalam memastikan materi mereka bisa mengundang tawa. Salah satu kekhawatiran terbesar adalah lelucon yang disampaikan tidak lucu.

”Komika ini sangat insecure, takut dirinya enggak lucu. Tapi jadinya itu membuat mereka mikir lebih dalam untuk benar-benar memastikan ini akan lucu,” paparnya.

”Jadi, keseriusan dan kedisiplinan itu yang membuat aku melihat, ’Wow, kalian memang segitu all out-nya untuk bisa membuat materi yang lucu’,” lanjutnya.

| Baca Juga: Debut Horor Komedi, Satine Zaneta Pilih Peran Vampir di 'Siti si Vampir'

Meski menikmati pengalaman bermain dalam film komedi, Fedi tidak lantas ingin mengubah arah kariernya menjadi seorang komedian atau pelawak tunggal. Ia menyadari bahwa label komedian juga membawa ekspektasi tersendiri dari orang-orang di sekitarnya.

”Tidak! Walaupun saya menikmati, saya menyadari kalau sampai label komedian itu nempel ke saya, punya beban tersendiri. Ketika dikasih mic, orang langsung nungguin, ’Kapan lucunya, kapan lucunya, nih’. Enggaklah. Saya tidak mau seperti itu,” tegasnya.(*)

1 2 SHOW ALL

Tags: