Artis Ikut Tanggapi Isu Penyadapan Presiden Prabowo, Abdur Arsyad Singgung Alasan Rakyat Bersuara
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Kabar penyadapan Presiden Prabowo Subianto menjadi perbincangan panas masyarakat Indonesia, tidak terkecuali para artis yang berani menyuarakan pendapat mereka di ruang publik.
Bareskrim Polri pada Selasa, 3 November 2026, telah menetapkan mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi lainnya, Irjen Pol. Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Pol. Eko Hadi Santoso, sebagai tersangka.
Ketiganya dituding melakukan penyadapan secara ilegal terhadap nomor telepon Prabowo, sejumlah pejabat, dan tokoh publik lainnya.
Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin menjelaskan bahwa para tersangka diduga memasukkan nomor telepon presiden ke dalam sistem Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa melalui prosedur yang sah secara hukum.
| Baca Juga: Ramai Pajak Pembalut di Indonesia, Deretan Negara Ini Hapus Pajak Produk Menstruasi
Pihak kepolisian masih melakukan investigasi mendalam untuk mencari tahu motif di balik penyadapan serta menelusuri pihak-pihak lain yang kemungkinan terlibat.
Isu penyadapan Presiden Prabowo ini tidak hanya menarik perhatian para pengamat politik maupun hukum, tapi juga masyarkat sipil, termasuk para artis.
Pandji Pragiwaksono menyoroti aksi penyadapan yang mungkin saja dialami oleh sejumlah warga negara yang vokal dalam menyuarakan saran dan kritikan terhadap pemerintah, seperti aktivis.
"Kalau Presiden Republik Indonesia aja bisa disadap secara ilegal, apa kabar kita semua? Apalagi dosen, aktivis, orang yang sebenarnya nggak punya kasus apa-apa, itu yang paling ngeri loh," ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya, Rabu (4/11/2026).
| Baca Juga: Cerita Ayah Syabila Rizkia, Atlet Selam yang Gugur di Ajang Porprov XVII, Jateng
Aktris sekaligus penyanyi Rizky Inggar mempertanyakan kenapa tindak penyadapan hanya menyasar Prabowo, sementara Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden tidak turut menjadi korban.
"Kok presiden doang yang disadap? Wapresnya nggak. Lah mau nyadap wapres juga percuma, kan wapres nggak ada suaranya," tuturnya dengan nada sindiran lewat video yang diunggah ke Instagram-nya pada Rabu (4/11/2026).
Komika Abdur Arsyad yang selama ini dikenal aktif mengomentari kebijakan pemerintah juga ikut bersuara. Ia meyakini bahwa selama ini kemungkinan Prabowo sudah mengetahui dirinya disadap, namun baru benar-benar bertindak ketika sadar telah menjadi korban.
Pria asal Flores Timur, Nusa Tenggara Timur itu juga menyinggung soal alasan masyarakat berani bersuara karena sayang dan peduli pada negara.
| Baca Juga: Prilly Latuconsina hingga Jefri Nichol Bersuara, Aksi Greenpeace di Bundaran HI Tuai Dukungan
"Aktivis bersuara, pakar, mahasiswa, rakyat biasa, semuanya itu karena kami sayang dengan negara ini. Tidak ada untung apa-apa ini kami bikin begini, dapat kecaman lebih banyak. Tapi tetap tetap bersuara karena sayang dan peduli," ujarnya dalam unggahan TikTok, Rabu (4/11/2026).
Sementara itu, berbagai platform media sosial belakang ini diramaikan dengan isu politik-hukum. Sebagian pengguna hingga kini juga masih aktif menyuarakan soal bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. (*)







