Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kunto Aji mengaku pernah menerima kiriman makanan dan minuman melalui ojek online (ojol) tanpa melakukan pemesanan.

Peristiwa itu menjadi salah satu bentuk teror yang dialaminya setelah beberapa kali menyampaikan kritik mengenai persoalan sosial dan kondisi Indonesia.

Pengalaman tersebut diceritakan Kunto Aji saat ditemui di karpet merah AMI Awards 2026 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).

Pelantun lagu 'Rehat' itu mengatakan serangan yang diterimanya tidak hanya berupa komentar negatif, tetapi juga pesan langsung hingga kiriman yang tidak diharapkan.

| Baca Juga: Bukan Cuma Rayakan Kemenangan, Musisi Kompak Angkat Tiga Jari di AMI Awards 2026

"Aduh, sudah banyak sekali. DM-DM, apa, segala macam, kiriman-kiriman sudah ada," ujar Kunto Aji.

Kunto Aji Pernah Dikirimi Pesanan Ojol Fiktif

Salah satu kejadian yang paling diingatnya adalah ketika sejumlah pesanan makanan dan minuman tiba-tiba dikirimkan ke alamat rumahnya.

Pesanan tersebut diduga dibuat tanpa pembayaran sehingga pengemudi ojol datang membawa makanan yang tidak pernah dipesan Kunto.

"Aneh, enggak masuk akal? Dikirimin Gojek enggak dibayar kali ya. Gojek makanan banyak banget gitu tiba-tiba di alamat rumah. Pada saat lagi ramenya satu cuit yang rame gitu tiba-tiba dikirimin yang belum dip (dibayar)," tuturnya.

| Baca Juga: Kunto Aji Nembang Macapat di Depan Sri Sultan Hamengkubuwono X

Kunto mengaku sudah lupa jumlah pasti pesanan tersebut. Namun, ia memperkirakan nilainya mencapai ratusan ribu rupiah. Kiriman makanan dan minuman itu bahkan datang melalui dua pengemudi ojol.

"Saya lupa deh, berapa ya? Berapa ratus ribu sih. Pokoknya makanan dan minuman dua Gojek tiba-tiba datang, kayak gitu," jelasnya.

Kejadian tersebut disebut berlangsung pada 2026, ketika salah satu unggahan kritisnya ramai dibicarakan.

Kunto juga mengungkapkan bahwa dirinya kebetulan baru pindah rumah sehingga tidak mengetahui situasi di tempat tinggal sebelumnya.

| Baca Juga: Kunto Aji Bicara tentang Kekuatan Bertahan Lewat Lagu 'bERANI'

"Kebetulan saya baru pindah rumah. Jadi situasinya saya enggak tahu di rumah saya yang sebelah sana, jadi saya berpindah-pindah aja," katanya.

Musisi Punya Tanggung Jawab untuk Bersuara

Meski menerima berbagai bentuk serangan, Kunto tidak menganggap pengalaman tersebut sebagai alasan untuk berhenti menyampaikan kritik. Ia menilai konsekuensi dari sikap kritis merupakan risiko yang perlu dihadapi.

"Sudah harus dihadapi itu," tegasnya. Menurut Kunto, musisi memiliki tanggung jawab untuk membawa keresahan masyarakat ke ruang publik.

Popularitas dan panggung yang dimiliki seniman dapat menjadi sarana untuk menyampaikan suara orang-orang yang tidak memiliki kesempatan serupa.

| Baca Juga: Lagu Anak Berjaya, OST Film ‘Na Willa’ Sabet Piala AMI 2026

"Harus. Menurut saya, musisi punya tanggung jawab. Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu," ungkapnya.

Ia juga mengakui belum merasakan dampak besar terhadap tawaran manggung dari promotor. Namun, Kunto tidak mengetahui apakah ada pihak yang akhirnya memilih tidak menghubunginya karena pandangan yang ia sampaikan.

"Alhamdulillah sejauh ini sih enggak terlalu berpengaruh menurut saya ya, yang datang ke saya. Tapi saya enggak tahu kalau misalnya yang enggak menghubungi saya enggak tahu," ujarnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: