Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Setelah hampir setahun tidak tampil di layar kaca, Rama Michael kembali menjalani kesibukan di industri hiburan dengan peran berbeda. Aktor sinetron dan FTV itu kini berada di balik layar sebagai produser film horor Begu Ganjang bersama Delapan Entertainment.

Perubahan posisi dari aktor menjadi produser membuat Rama harus memahami proses pembuatan film dari sudut pandang yang berbeda. Jika sebelumnya ia hanya perlu menjalankan arahan sutradara saat berakting, kini ia ikut bertanggung jawab dalam berbagai tahapan produksi.

Rama mengakui tanggung jawab barunya tidak sesederhana yang dibayangkan. Ia harus memahami banyak aspek yang saling berkaitan sebelum sebuah film akhirnya siap ditonton masyarakat.

“Sebenarnya pusing, kalau mau jujur ya. Sebenarnya pusing,” kata Rama saat menceritakan pengalamannya menjadi produser.

| Baca Juga: Nasib Lee Je Hoon, 'Signal 2' dan 'The Long Shot Trial' Tak Pasti Tayang Gegara Kontroversi Lawan Main

Meski begitu, pengalaman bertahun-tahun sebagai pemain menjadi bekal tersendiri bagi Rama dalam menjalani peran barunya. Ia kini bisa melihat secara langsung proses panjang yang sebelumnya tidak banyak ia ketahui ketika masih berada di depan kamera.

“Berkaca dari pengalaman sebagai seorang pemain, biasanya cuma mendapat direct langsung dari para sutradara. 'Gua maunya begini,' ya udah gua langsung syuting, acting-in aja,” ujarnya.

Menurut Rama, proses produksi film melibatkan banyak aspek dan elemen yang harus disatukan. Karena itu, ia mulai memahami besarnya tanggung jawab seorang produser dalam mewujudkan sebuah karya.

“Melihat sekarang dan apalagi menjalani suatu proses produksi sebuah film itu memang cukup panjang. Banyak aspek-aspek dan juga elemen yang harus kita adukanlah,” tuturnya.

| Baca Juga: Dari Konten YouTube ke Bioskop, Perjalanan Woko Channel dan Mukidi Lewat Film 'Piye To Kih?'

Lewat Begu Ganjang, Rama bersama Delapan Entertainment juga ingin menghadirkan cerita yang berbeda dari film horor pada umumnya. Pilihan tersebut berangkat dari keunikan cerita yang mengangkat folklor Sumatera Utara dan memadukannya dengan unsur medis.

Rama mengaku pertama kali mengenal novel Begu Ganjang karya dr. Ferdiriva Hamzah melalui rekan produsernya, Agam, serta associate producer Riska. Setelah membaca sinopsisnya, ia melihat ada sesuatu yang berbeda dari cerita tersebut.

1 2

Tags: