Martha Tilaar, Pelopor Industri Kecantikan Indonesia, Berpulang di Usia 89 Tahun
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Pendiri Martha Tilaar Group, Dr. (HC) Martha Tilaar, berpulang pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.22 WIB di RS Medistra, Jakarta. Kabar duka ini disampaikan keluarga besar Martha Tilaar Group melalui pernyataan resmi, dengan menyebut kepergian beliau sebagai kehilangan mendalam bagi keluarga, perusahaan, dan industri kecantikan Indonesia.
Jenazah disemayamkan di kediaman keluarga di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhumah dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat.
Martha Tilaar lahir di Kebumen pada 4 September 1937. Ia menempuh pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta, lalu memperdalam ilmu kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat, pada 1968. Pada 1984, ia dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa bidang Fashion and Artistry dari World University, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Perjalanannya di dunia kecantikan bermula pada 1970 dari sebuah salon sederhana di garasi rumah orang tuanya di Menteng, Jakarta. Berbekal ilmu kecantikan modern serta pengetahuan tradisional keluarga tentang jamu dan resep kecantikan Keraton Jawa, ia mengembangkan pendekatan yang memadukan ilmu pengetahuan, kekayaan alam, dan kearifan lokal Indonesia.
| Baca Juga: Megawati dan Keluarga Antar Guruh Sukarnoputra ke Pemakaman, Rano Karno Jadi Jubir Keluarga
Dari salon kecil itu, Martha Tilaar Group tumbuh menjadi kelompok usaha yang bergerak di bidang manufaktur dan pemasaran kosmetik serta jamu, pendidikan kecantikan, spa, dan distribusi. Lewat berbagai merek yang dikembangkannya, ia turut meletakkan fondasi bagi Sariayu, industri kecantikan lokal yang mengangkat potensi alam dan budaya Indonesia ke panggung global.
Atas kiprahnya, Martha Tilaar menerima banyak penghargaan. Di antaranya Women Entrepreneur of the Year dari Asia Pacific Entrepreneurship Awards (2008), Perekayasa Utama Kehormatan dari BPPT (2012), Ganesa Widya Jasa Utama dari Institut Teknologi Bandung (2012), dan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Republik Indonesia (2016).
Ia juga diakui United Nations Global Compact melalui penghargaan The Outstanding Contribution periode 2000 hingga 2010 dan SDG Pioneer 2018, atas komitmennya pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Di luar dunia usaha, Martha Tilaar dikenal peduli pada pelestarian budaya, pengembangan pengetahuan herbal Indonesia, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. Lewat karya tulis dan berbagai kegiatannya, ia berupaya mewariskan pengetahuan serta menginspirasi generasi penerus, khususnya perempuan Indonesia, untuk terus berkarya.
| Baca Juga: Foto 1954-2026 Bikin Heboh, Jackie Chan Lagi-lagi Diisukan Meninggal
Dalam keluarga, Martha Tilaar adalah istri almarhum Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, tokoh pendidikan Indonesia. Ia meninggalkan empat anak, yakni Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Dr. Kilala Tilaar, serta sembilan cucu. Bagi keluarga, ia bukan hanya ibu dan nenek, tetapi juga sumber inspirasi lewat ketekunan, keberanian, dan nilai-nilai hidup yang diwariskannya.
Martha Tilaar Group menyatakan akan terus mengenang dan melanjutkan warisan almarhumah, yakni semangat mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui inovasi, mengembangkan sumber daya manusia, dan membawa kecantikan Indonesia lebih dikenal serta dihargai di tingkat global. (*)







