Suarakan Karhutla Kalimantan, Tasya Farasya hingga Andien Mengaku Terkena Shadowban
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Beauty influencer Tasya Farasya mengaku terkena shadowban di media sosial setelah beberapa kali menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
Saat ini, masyarakat tengah menyoroti bencana kebakaran hutan tersebut. Dampaknya kini tidak hanya merusak alam, tapi juga melumpuhkan aktivitas sehari-hari warga karena kabut dan asapnya sangat mengganggu.
Sejumlah figur publik pun turut menyuarakan kekhawatiran mereka melalui media sosial masing-masing. Mereka berharap pemerintah mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah tersebut.
| Baca Juga: Bersuara soal Karhutla, Windah Basudara Takut Keluarga Diserang Buzzer
Salah satu yang aktif melakukannya adalah Tasya Farasya. Tidak hanya membagikan konten mengenai isu karhutla, ia juga berniat mendirikan posko bantuan.
“Bismillah, semoga lancar pembuatan posko bantuan ruang aman asap di Kalimantan,” tulisnya di akun Threads pribadi, Jumat (16/10/2026).
Ia mengungkap, posko yang didirikan di bawah naungan brand makeup miliknya itu akan aktif beroperasi pada 23 Oktober mendatang.
Namun tak lama setelah membuat unggahan tersebut, Tasya Farasya mendapati akun miliknya terkena shadowban.
Sebagai informasi, shadowban adalah kondisi ketika jangkauan (reach) akun maupun konten media sosial seseorang dibatasi oleh algoritma platform secara diam-diam tanpa ada pemberitahuan resmi.
| Baca Juga: Profil Najma Tsuroyya, Putri Ulama di Tuban yang Kini Jadi Istri Kadam Sidik
“Oh, gitu cara mainnya. Shadow banned ya kalau speak up,” tulis wanita berusia 34 tahun itu di unggahan lain.

Tidak hanya Tasya Farasya, penyanyi Andien pun mengeluhkan hal yang sama. Parahnya, hal tersebut terjadi ketika ia akan mempromosikan video klip terbaru lagunya, ‘Naksir’.
1 2







