Usai Kritik Keras Acara Sumpah Pemuda, Vicky Prasetyo Minta Maaf ke Raffi Ahmad
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Vicky Prasetyo menyampaikan permintaan maaf setelah mengkritik kehadiran Raffi Ahmad dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026.
Acara tersebut menuai kontroversi karena dilaksanakan sehari setelah demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa dan masyarakat sipil di lokasi yang sama, serta diduga menghadirkan mahasiswa gadungan.
Raffi turut dibanjiri kritikan karena dianggap ikut berperan dalam mengaburkan perjuangan mahasiswa sungguhan yang menyuarakan keresahan rakyat terhadap pemerintah.
Vicky Prasetyo termasuk salah satu yang vokal melayangkan kritik. Ia memberikan komentar pedas mengenai pelaksanaan acara yang digelar tidak tepat dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
| Baca Juga: Kalina Octaranny Bertemu Vicky Prasetyo di Podcast, Ada Masalah yang Ingin Diluruskan
Pria berusia 42 tahun itu juga menyinggung artis dan influencer yang hadir, bahkan menyebut mereka tidak peka.
"Tindakan kalian kemarin bukan aksi heroik, itu blunder paling memalukan yang pernah kalian bikin di ruang publik," ucapnya dalam video yang diunggah ke Threads pada Sabtu (31/10/2026).
"Mentang-mentang di konten media sosial kalian sering bagi-bagi uang, rajin pamer giveaway, dan dicitrakan dermawan, kalian pikir kalian otomatis kebal dari salah?," tambahnya.
Tiga hari setelah membagikan unggahan tersebut, pada Selasa (3/11/2026), Vicky Prasetyo meminta maaf karena terlalu cepat menyimpulkan dan mengkritik tanpa mencari tahu faktanya terlebih dahulu.
| Baca Juga: Di Tengah Seruan Boikot, 5 Artis Ini Kompak Beri Dukungan kepada Raffi Ahmad
Ia menyatakan telah membaca klarifikasi Raffi Ahmad yang mengaku hadir hanya sebagai tamu undangan. Suami Nagita Slavina itu menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Vicky menyebut dirinya seharusnya bertanya langsung mengenai kebenaran hal tersebut kepada yang bersangkutan. Apalagi mereka saling mengenal.
1 2







