Pasca Rehabilitasi, Onadio Leonardo Jadi ‘Budak Duit’ di Film Seni Merayu Tuhan
"Pertama kali aku bikin konten 'Login' 4 tahun lalu, kan ke rumah Habib, isinya semua buku sampai ke plafon. Gue sampai nanya, ini rumah atau toko buku?" seloroh Onad.
Ia juga mengucapkan selamat akhirnya salah satu karya sahabatnya diangkat ke layar lebar.
"Aku mau bilang, jujur nice banget, karena aku kenal Habib ini sudah lama. Akhirnya apa yang Habib suka, yaitu literasi, kesampaian jadi film. Congratulations, Cucu Nabi!" ungkapnya bangga.
Ia menilai dari trilogi buku Habib Jafar—Seni Merayu Tuhan, Tuhan Ada di Hatimu, dan Logi—judul Seni Merayu Tuhan adalah yang paling menyentuh dan mudah diterima oleh perasaannya.
| Baca Juga: Raih Award Tertinggi di Festival Film Los Angeles, 'Bandit' Harumkan Nama Indonesia
"Ini yang paling soft dan paling gampang masuk ke hati aku," ujarnya.
Pesan Universal dan Identitas Lintas Agama
Meskipun film ini memiliki unsur religi yang cukup kuat, Onad menekankan bahwa Seni Merayu Tuhan tidak bersifat eksklusif untuk satu keyakinan saja. Baginya, pesan yang ingin disampaikan melalui film ini jauh lebih luas dan menyentuh sisi kemanusiaan serta identitas diri.
"Film ini sifatnya lebih universal. Jadi tidak terpaku pada satu agama saja, meskipun unsur Islam-nya mendominasi. Tapi di film ini tidak tertuju ke satu agama, melainkan lintas agama dan lebih ke arah identitas," jelas Onad.
Saat ditanya mengenai "pencerahan" spiritual yang didapatnya selama proses syuting, Onad menjawab dengan gaya khasnya yang santai.
"Aduh, aku mau dicerahkan nih? Ya Allah, Ya Allah... Pencerahannya apa ya? Sebenarnya film ini surprise sih, belum pernah diceritakan di podcast mana pun," ujar Onad.
| Baca Juga: Pemeran 'Avatar: The Last Airbender', Miya Cech Dianiaya Orangtua Angkat







