Tips Mengelola Rasa Lapar saat Menjalani Diet Defisit Kalori
VIVIA MEDIA — Mengelola rasa lapar kerap menjadi tantangan terbesar bagi seseorang yang sedang diet. Sebab, sebagian orang memilih langsung makan saat perut terasa kosong.
Padahal menurut pelatih kebugaran asal India, Raj Ganpath, rasa lapar ringan justru menjadi bagian penting dalam proses pembakaran lemak.
Raj menjelaskan, program diet akan berhasil jika seseorang mampu mempertahankan defisit kalori, yakni mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh.
| Baca Juga: Memahami Cara Kerja Nebulizer untuk Anak, Kunci Efektivitas Terapi Inhalasi
"Jika Anda ingin menurunkan berat badan secara berkelanjutan, Anda perlu belajar mengatasi rasa lapar karena penurunan berat badan adalah tentang menciptakan defisit kalori," kata Raj di Instagram @raj.ganpath pada Rabu (1/7/2026).
Katanya, saat tubuh tidak memperoleh energi yang cukup dari makanan, rasa lapar akan muncul sebagai respons alami.
Pada kondisi tersebut, tubuh dapat menggunakan dua sumber energi, yakni dari makanan yang baru dikonsumsi atau dari cadangan lemak yang tersimpan.
| Baca Juga: Waspada! Sering Taruh Laptop di Paha dan Simpan HP di Saku Celana Bisa Ganggu Kesuburan Pria
Karena itu, Raj mengatakan, seseorang tidak perlu panik setiap kali merasa lapar. Selama rasa lapar masih dalam batas ringan hingga sedang, tubuh justru mulai memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi.
"Jika setiap kali lapar Anda langsung makan, tubuh tidak memiliki alasan untuk menggunakan energi yang sudah tersimpan, yaitu lemak," ujarnya.
Meski demikian, rasa lapar yang terlalu berlebihan bukan langkah yang tepat. Raj menyebut kondisi itu justru mendorong seseorang untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak.
| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium
1 2







