Fairuz A Rafiq - Sonny Septian Pilih Batasi Karier Anak di Dunia Hiburan, Fokus Pendidikan dan Mengaji
Menurut Sonny, lokasi tersebut menghadirkan suasana yang sangat mendukung proses kreatif karena dikelilingi rumah bambu dan hutan bambu yang masih alami.
"Syutingnya di daerah Cibinong. Kami menghabiskan waktu sekitar satu bulan di sana. Set lokasinya bagus sekali, benar-benar ada rumah bambu asli dan hutan bambu yang asri," kenangnya.
Ia juga mengaku terkesan dengan berbagai kerajinan bambu yang ada di lokasi tersebut. Baginya, lingkungan yang tenang dan nyaman membuat seluruh pemain lebih mudah membangun emosi saat menjalani proses syuting.
"Kreativitas kerajinan bambu di sana luar biasa. Tempatnya nyaman, tenang, dan itu sangat mempengaruhi mood kami saat bekerja."
Di balik kisah yang disajikan, Fairuz berharap penonton dapat menangkap pesan sederhana mengenai makna kebahagiaan.
| Baca Juga: Pamer Cincin Berlian, Dearly Djoshua Dilamar Ari Lasso?
Melalui karakter yang ia perankan, Fairuz ingin menunjukkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dan kehidupan yang penuh keceriaan.
"Pesan dari film ini adalah bahwa kebahagiaan itu milik semua orang dan kita bisa menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Karakter-karakter anak di rumah bambu ini mengajarkan bahwa mereka pantas mendapatkan keceriaan tanpa adanya beban," jelasnya.
Sementara itu, Sonny mengaku memperoleh banyak pelajaran dari karakter Baskara yang diperankannya.
Menurutnya, persoalan besar dalam hidup terkadang justru dapat diselesaikan melalui hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele.
"Terkadang masalah besar dalam hidup bisa selesai dari hal terkecil sekalipun. Bahkan anak kecil bisa menginspirasi orang dewasa untuk menyelesaikan masalah yang besar. Kita tidak boleh menyepelekan hal kecil dalam hidup," tutup Sonny. (*)







