VIVIA MEDIA — Pasangan selebritas Fairuz A Rafiq dan Sonny Septian dikenal sebagai orang tua yang selalu mengutamakan pendidikan anak-anak mereka. Meski putra sulung Fairuz, King Faaz Arafiq, telah beberapa kali menerima tawaran untuk tampil di dunia hiburan, keduanya memilih untuk menahan keinginan tersebut dan menetapkan aturan yang cukup tegas.

Fairuz dan Sonny sepakat bahwa sekolah serta pendidikan agama tetap menjadi prioritas utama dibandingkan karier di dunia hiburan. Karena itu, mereka tidak mudah memberikan izin kepada anak-anaknya untuk menjalani proses syuting.

Fairuz sendiri memiliki tiga orang anak. Putra sulungnya, King Faaz Arafiq (14), merupakan buah hati dari pernikahannya dengan Galih Ginanjar. Sementara dari pernikahannya dengan Sonny Septian, ia dikaruniai dua anak, yakni Queen Eijaz Slofa (8) dan King Zhafi Zayyan Slofa (4).

King Faaz Akhirnya Tampil di Film sebagai Special Appearance

Dalam kesempatan terbaru, Fairuz mengungkapkan bahwa King Faaz memang ikut terlibat dalam film yang mereka bintangi, 'Anak-Anak Bambu'.

| Baca Juga: Comeback Dunia Akting, Sonny Septian Akting Bareng Istri di Film Anak-Anak Bambu

Namun, kemunculan sang putra bukanlah bagian dari rencana awal keluarga.

Menurut Fairuz, sejak awal mereka sebenarnya tidak memperbolehkan Faaz menjalani syuting. Keputusan berubah setelah mendapat permintaan langsung dari sutradara Dyan Sunu Prastowo yang menginginkan Faaz tampil sebagai penampilan spesial serta Produser Elma Theana.

"Sebenarnya, awalnya kami tidak membolehkan dia syuting. Tapi karena Kak Elma meminta dia untuk memberikan penampilan spesial (special appearance), ya akhirnya kami kasih izin. Tapi porsinya tidak banyak kok," ujar Fairuz dalam kesempatan media visit ke redaksi Vivia Media, Senin (6/7/2026).

Sonny Septian menambahkan, kemunculan King Faaz akan menjadi salah satu kejutan dalam film tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa tawaran bermain film maupun syuting sebenarnya sudah cukup sering datang kepada putranya.

| Baca Juga: Segera Menikah? Ayah Bryan Domani Sebut Mawar de Jongh Menantu

Namun hingga kini, ia dan Fairuz memilih untuk menolak sebagian besar tawaran tersebut.

"Itu akan jadi kejutan nanti di film. Sebenarnya, dari sebelum ini sudah banyak sekali tawaran untuk Faaz, tapi alhamdulillah kami masih tahan dulu. Kami ingin dia fokus ke sekolah dan mengaji dulu," kata Sonny.

Pendidikan dan Mengaji Tetap Menjadi Prioritas

Bagi Fairuz dan Sonny, tidak ada kompromi jika aktivitas syuting berpotensi mengganggu pendidikan anak. Fairuz menegaskan bahwa setiap jadwal syuting selalu disesuaikan dengan agenda sekolah. Bila bertabrakan dengan jam belajar, maka izin tidak akan diberikan.

"Sampai detik ini kami sangat ketat soal waktu. Kami lihat dulu, kalau tidak mengganggu sekolah baru boleh. Tapi kalau sampai harus mengganggu jam sekolah, kami tidak akan izinkan," tegas Fairuz.

| Baca Juga: Anak Nia Ramadhani Tak Malu Jualan Minuman di Amerika Serikat

Ia menjelaskan bahwa proses syuting King Faaz dilakukan ketika masa libur sekolah atau setelah seluruh kegiatan belajar selesai. Bahkan apabila Faaz masih memiliki jadwal les, seluruh aktivitas belajarnya harus dituntaskan terlebih dahulu sebelum menuju lokasi syuting.

"Kemarin dia syuting pas lagi libur sekolah atau pas sudah pulang sekolah. Bahkan kalau dia ada jadwal les, kita selesaikan lesnya dulu. Alhamdulillah, tim produksi mau menunggu," tutur Fairuz.

Hal senada disampaikan Sonny. Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam produksi film sangat terbatas sehingga tidak sampai mengganggu rutinitas mereka.

"Syuting untuk anak-anak cuma satu sampai dua hari saja dan itu pun di hari libur atau akhir pekan. Jadi benar-benar tidak mengganggu waktu sekolahnya," tambah Sonny.

Syuting Selama Sebulan di Tengah Suasana Alam Cibinong

Tak hanya berbagi soal pola asuh, Sonny juga menceritakan pengalaman selama proses produksi film. Ia mengatakan seluruh pemain menjalani syuting di kawasan Cibinong selama kurang lebih satu bulan.

| Baca Juga: Tasha Serena Melahirkan, Keenan Pearce Dikaruniai Anak ke-3

Menurut Sonny, lokasi tersebut menghadirkan suasana yang sangat mendukung proses kreatif karena dikelilingi rumah bambu dan hutan bambu yang masih alami.

"Syutingnya di daerah Cibinong. Kami menghabiskan waktu sekitar satu bulan di sana. Set lokasinya bagus sekali, benar-benar ada rumah bambu asli dan hutan bambu yang asri," kenangnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan berbagai kerajinan bambu yang ada di lokasi tersebut. Baginya, lingkungan yang tenang dan nyaman membuat seluruh pemain lebih mudah membangun emosi saat menjalani proses syuting.

"Kreativitas kerajinan bambu di sana luar biasa. Tempatnya nyaman, tenang, dan itu sangat mempengaruhi mood kami saat bekerja."

Di balik kisah yang disajikan, Fairuz berharap penonton dapat menangkap pesan sederhana mengenai makna kebahagiaan.

| Baca Juga: Pamer Cincin Berlian, Dearly Djoshua Dilamar Ari Lasso?

Melalui karakter yang ia perankan, Fairuz ingin menunjukkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dan kehidupan yang penuh keceriaan.

"Pesan dari film ini adalah bahwa kebahagiaan itu milik semua orang dan kita bisa menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Karakter-karakter anak di rumah bambu ini mengajarkan bahwa mereka pantas mendapatkan keceriaan tanpa adanya beban," jelasnya.

Sementara itu, Sonny mengaku memperoleh banyak pelajaran dari karakter Baskara yang diperankannya.

Menurutnya, persoalan besar dalam hidup terkadang justru dapat diselesaikan melalui hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele.

"Terkadang masalah besar dalam hidup bisa selesai dari hal terkecil sekalipun. Bahkan anak kecil bisa menginspirasi orang dewasa untuk menyelesaikan masalah yang besar. Kita tidak boleh menyepelekan hal kecil dalam hidup," tutup Sonny. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: