Beberapa penelitian terbaru menemukan bahwa menjadi ayah bisa melindungi otak pria seiring bertambahnya usia. Studi menggunakan data pemindaian otak ribuan orang di Inggris (UK Biobank) menunjukkan otak pria dan wanita yang punya anak tampak “lebih muda” dibandingkan dengan yang tidak punya anak.

Penelitian lain dari USC menemukan, pria dengan dua anak memiliki usia otak sekitar 0,6 tahun lebih muda, dan pria dengan tiga anak lebih muda 0,7 tahun dibanding pria tanpa anak. Manfaat itu setara dengan olahraga 2,5 jam per minggu.

Studi lain menemukan pria yang punya lebih banyak anak memiliki pola koneksi otak yang lebih aktif, terutama di bagian otak yang mengatur indra, gerak tubuh, dan ingat. Hal itu kemungkinan besar berkaitan dengan aktivitas fisik mengasuh anak sehari-hari.

Menariknya, manfaat kognitif dari menjadi orang tua tampak lebih besar dialami oleh ayah dibandingkan dengan ibu. Salah satu penyebabnya: secara tradisi, ayah lebih sering kebagian “bagian menyenangkan” dari pengasuhan, seperti bermain, sementara ibu menanggung tugas rutin yang melelahkan.

| Baca Juga: Mengenal Jahira, Varietas Jahe Merah yang Bisa Jadi 'Ginsengnya' Indonesia

Meski begitu, kondisi ini mulai berubah. Ayah kini juga makin sering mengambil alih tugas harian seperti menyusui dari botol, memandikan, hingga mengganti popok.

Pada tahun 1982, sebanyak 43 persen ayah di Inggris tidak pernah mengganti popok. Pada 2010, data dari CDC Amerika Serikat menunjukkan 90 persen ayah yang tinggal bersama anak balita rutin membantu tugas semacam ini.

Konsekuensinya, ayah baru kini juga lebih rentan mengalami gejala depresi dan kecemasan dibanding pria pada umumnya, ditambah efek fisik seperti kurang tidur dan kenaikan berat badan. Namun, manfaat jangka panjang biasanya baru terasa setelah melewati masa-masa berat di awal.

Menjadi Ayah Kini Terasa “Opsional”

Tantangan muncul di masa kini adalah saat sebagian pria memilih tidak berkeluarga sama sekali. Jika dulu menikah dan punya anak adalah pilihan penting, kini banyak yang menganggapnya opsional. Angka pernikahan terus menurun, dan makin banyak pasangan muda menunda atau memilih tidak punya anak.

| Baca Juga: Waspada! Sering Taruh Laptop di Paha dan Simpan HP di Saku Celana Bisa Ganggu Kesuburan Pria

Ditambah dengan gaya hidup serba “optimalisasi diri". Yakni mengatur pola makan, produktivitas kerja, dan performa fisik hingga sempurna, banyak pria justru melewatkan satu hal yang terbukti bermanfaat bagi otak dan umur panjang: ikatan mengasuh anak kecil. Sebab, ikatan semacam itu tidak melalui jalan pintas. Ia harus dijalani.

1 2 3

Tags: