"Samosir Music International memperlihatkan bahwa Danau Toba memiliki daya tarik yang mampu menghubungkan seniman dari berbagai belahan dunia. Kolaborasi yang tercipta di panggung ini bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memperkuat promosi pariwisata Danau Toba melalui pendekatan budaya. Inilah wajah pariwisata yang ingin terus kita dorong, yakni pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

| Baca Juga: Louis Tomlinson 'One Direction' Gelar Konser Sambil Nobar Piala Dunia 2026

Sementara itu, Inisiator sekaligus Event Director Samosir Music International, Henry Manik, menegaskan sejak awal festival ini memang dirancang sebagai ruang pertemuan antara musik dunia dengan kekayaan budaya Batak.

Menurutnya, setiap musisi yang datang ke Samosir tidak hanya diundang untuk tampil, tetapi juga diajak merasakan secara langsung nilai-nilai budaya Batak melalui kolaborasi bersama seniman lokal.

"Kami ingin setiap musisi yang datang ke Samosir tidak hanya tampil, tetapi juga merasakan dan berinteraksi dengan budaya Batak. Karena itu, kolaborasi selalu menjadi ruh Samosir Music International. Ketika musisi dari Eropa maupun Amerika Latin memainkan musik bersama seniman Batak, di situlah lahir pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," kata Henry. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: