Lyodra Hingga Viky Sianipar Ramaikan Ajang Musik Internasional di Danau Toba
VIVIA MEDIA — Gemuruh tepuk tangan ribuan penonton menggema di Open Stage Tuktuk Siadong saat denting jazz, latin, world music, hingga irama gondang Batak berpadu dalam harmoni yang memukau.
Selama tiga hari pelaksanaan Samosir Music International (SMI) 2026, kawasan Danau Toba kembali membuktikan diri sebagai panggung budaya dunia yang mempertemukan musisi internasional dan Indonesia dalam satu kolaborasi spektakuler.
Festival yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini sukses menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Tak sekadar menyuguhkan konser musik, SMI 2026 menghadirkan pengalaman budaya yang memperlihatkan bagaimana musik mampu menyatukan perbedaan bahasa, tradisi, hingga negara.
| Baca Juga: Padi Reborn Luncurkan Konser Dua Delapan Versi Film Sinematik Bioskop
Salah satu magnet utama festival tahun ini adalah kehadiran musisi internasional yang tampil bersama seniman Tanah Air. Penonton dibuat terpukau oleh penampilan enerjik Maite Hontelé y La Novia dari Belanda, permainan musik penuh karakter dari Stephen Dominic Ellery asal Inggris, hingga kolaborasi lintas negara yang melibatkan musisi dari Jerman, Spanyol, Kuba, dan Venezuela.
Yang membuat pertunjukan semakin istimewa, para musisi mancanegara tidak hanya membawakan karya khas negara asal mereka, tetapi juga memainkan lagu-lagu bernuansa Batak bersama musisi lokal.
Perpaduan instrumen modern dengan gondang, hasapi, sulim, dan vokal tradisional menghadirkan warna musik yang unik sekaligus menjadi bukti bahwa budaya lokal mampu beradaptasi dengan panggung global.
Suasana festival semakin hidup ketika wisatawan asing ikut larut menikmati pertunjukan bersama masyarakat lokal. Mereka menyaksikan bagaimana kolaborasi lintas budaya mampu melahirkan pengalaman musikal yang sulit ditemukan di tempat lain.
| Baca Juga: Jelang Tur Konser Anniversary, BIGBANG Bersiap Rilis Lagu Baru
SMI 2026 juga menghadirkan sederet nama besar dari Indonesia. Di antaranya Lyodra Ginting, Viky Sianipar Band, Posan Tobing, Dorman Manik, Style Voice, Punxgoaran, Rany Simbolon, Saut Situmorang, Alsant Nababan, Ogar Nababan, hingga Yossy Renata Tambunan.
Kehadiran para musisi nasional tersebut semakin memperkaya ragam pertunjukan sekaligus mempertegas semangat kolaborasi yang menjadi identitas utama Samosir Music International.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arditama Nusantara Putra, menilai partisipasi musisi dari berbagai negara menunjukkan bahwa Danau Toba kini semakin dikenal sebagai ruang kolaborasi budaya bertaraf internasional.
"Samosir Music International memperlihatkan bahwa Danau Toba memiliki daya tarik yang mampu menghubungkan seniman dari berbagai belahan dunia. Kolaborasi yang tercipta di panggung ini bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga memperkuat promosi pariwisata Danau Toba melalui pendekatan budaya. Inilah wajah pariwisata yang ingin terus kita dorong, yakni pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
| Baca Juga: Louis Tomlinson 'One Direction' Gelar Konser Sambil Nobar Piala Dunia 2026
Sementara itu, Inisiator sekaligus Event Director Samosir Music International, Henry Manik, menegaskan sejak awal festival ini memang dirancang sebagai ruang pertemuan antara musik dunia dengan kekayaan budaya Batak.
Menurutnya, setiap musisi yang datang ke Samosir tidak hanya diundang untuk tampil, tetapi juga diajak merasakan secara langsung nilai-nilai budaya Batak melalui kolaborasi bersama seniman lokal.
"Kami ingin setiap musisi yang datang ke Samosir tidak hanya tampil, tetapi juga merasakan dan berinteraksi dengan budaya Batak. Karena itu, kolaborasi selalu menjadi ruh Samosir Music International. Ketika musisi dari Eropa maupun Amerika Latin memainkan musik bersama seniman Batak, di situlah lahir pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," kata Henry. (*)







