VIVIA MEDIA — Studio animasi legendaris asal Jepang, Studio Ghibli, resmi merilis film terbarunya 'Night in The Valley of Witches'. Film pendek berdurasi 14 menit itu disutradarai oleh Goro Miyazaki dan Akihito Yamashita.

Film karya Studio Ghibli selalu ditunggu jutaan penggemarnya di seluruh dunia. Namun, untuk film dengan judul asli Yoru no Majo no Tani itu, para fans Ghibli harus gigit jari. Sebab, film tersebut hanya ditayangkan eksklusif di ruang pemutaran (cinema) Orion, gedung kompleks Ghibli Park di Nagakute, Prefektur Aichi, Jepang.

Dilansir dari Prtimes, dalam peluncuran film tersebut pada Rabu (8/7/2026), Goro Miyazaki mengungkap alasan pembuatan film ini muncul dari ketiadaan wahana yang bisa “dinaiki” di Ghibli Park. “Karena Ghibli yang terlibat, (jadi) membuat film jadi wahana utama yang paling masuk akal, dibanding membangun atraksi fisik,” ujarnya.

| Baca Juga: Anime ‘Naruto’ Diadaptasi Jadi Film Live-Action oleh Lionsgate, Fans Ngamuk!

Putra pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, itu menyebut ide film Night in The Valley of Witches terinspirasi film Howl's Moving Castle. Film animasi karya sang ayahnya di tahun 2004 itu mengisahkan seorang penyihir muda dan seorang gadis yang tinggal di sebuah kastil yang bisa bergerak atau berpindah tempat.

Wahana kastil Howl di Ghibli Park juga bisa dinikmati pengunjung. Bedanya, dia tidak bisa bergerak seperti di animasi.

Sutradara Yamashita menambahkan bahwa lokasi syuting film yang berdekatan dengan area Lembah Sang Penyihir di taman menjadi daya tarik tersendiri, karena pengunjung bisa memilih menonton film dulu atau menjelajahi lokasinya lebih dulu.

Kisah Night in The Valley of Witches berpusat pada seorang karyawan baru di Ghibli Park yang mengalami keanehan di hari kerjanya. Tiba-tiba perapian menyala sendiri, keran air menyembur, hingga berbagai bangunan meminta perbaikan mendadak.

| Baca Juga: Dikonfirmasi Dave Grohl, Lagu 'Breed' Nirvana Jadi Theme Song Anime 'Green Yuri'

Rasa penasarannya membawanya ke Lembah Sang Penyihir saat jaga malam pertamanya, tempat ia mendapati rekan kerjanya, Kikue, ternyata seorang penyihir sungguhan.

Panorama Box Exhibition, Karya Khusus Hayao Miyazaki

Bersamaan dengan pemutaran film tersebut, Ghibli Park juga membuka pameran baru bertajuk Panorama Box Exhibition di ruang pameran khusus gedung yang sama. Pameran ini menampilkan 31 karya panorama box yang resmi dibuka untuk umum.

Itu adalah kotak gambar yang bila diintip dari lubang kecilnya menampilkan pemandangan berlapis dan berdimensi layaknya adegan film hasil karya langsung sutradara legendaris Hayao Miyazaki.

Panorama Box Exhibition di Ghibli Park. Foto: Istimewa

Miyazaki mengerjakan seluruh karya ini secara khusus untuk Ghibli Park selama kurang lebih tiga tahun, sejak masa akhir produksi The Boy and the Heron (2023). Karya-karyanya mengambil tema dari berbagai film panjang yang pernah ia sutradarai, mulai dari Nausicaä of the Valley of the Wind hingga The Boy and the Heron, termasuk beberapa film pendek yang hanya diputar di Museum Ghibli Mitaka dan Ghibli Park.

Seluruh panorama box dibuat murni dari kertas, mengingatkan pada kegemaran masa kecil Miyazaki yang gemar membuat kerajinan serupa. Setiap kotak menghadirkan pemandangan berbeda tergantung sudut pandang penonton, memanfaatkan prinsip yang mirip teknik “multiplane camera” dalam animasi sel klasik untuk menciptakan ilusi kedalaman pada gambar dua dimensi.

Salah satu visual dari Panorama Box di Ghibli Park. Foto: Istimewa

Untuk bisa menyaksikan pertunjukan, pengunjung tentu harus datang ke Jepang dulu. Termasuk, memesan tiket masuk ke Ghibli Park, yang bisa dipesan melalui situs resminya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: