VIVIA MEDIA — Bayangkan cerita kolosal dengan kerajaan, peperangan, ratusan prajurit, hingga kuda perang, tetapi tidak ada satu pun lokasi syuting yang digunakan.

Konsep tersebut benar-benar diterapkan dalam 'Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore', series yang seluruh produksinya dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Kampanye AI resmi meluncurkan series tersebut pada Kamis, 3 September 2026.

Terdiri dari 57 episode, 'Jaka Tingkir Saga' membawa kembali kisah perjalanan Jaka Tingkir dan konfliknya dengan Arya Penangsang melalui format vertikal di platform Dynasty Shorts.

| Baca Juga: Riwayat Pendidikan Najma Tsuroyya, Istri Kadam Sidik yang Seperti Bunga Lili

Yang menarik, dunia dalam cerita tidak dibangun secara fisik. Pendopo Pajang, medan pertempuran, lingkungan abad ke-16, hingga karakter para tokohnya dihasilkan melalui AI berdasarkan naskah, arahan sutradara, serta ribuan prompt visual.

"Ini bukan remake, ini cara baru bercerita," ujar CEO Kampanye AI Choky Andriano dalam peluncuran pada 3 September 2026.

Dian Sidik Kembali Jadi Jaka Tingkir

Bagi penonton yang tumbuh dengan sinetron kolosal, wajah Dian Sidik mungkin terasa familiar. Aktor kelahiran Surabaya, 11 Oktober 1979, tersebut memang pernah memerankan Jaka Tingkir dalam sinetron yang tayang pada 2003.

Menurut Indonesian Film Center, karier Dian dimulai lewat sinetron 'Belahan Hati'. Setelah dipercaya menjadi pemeran utama Jaka Tingkir, ia melanjutkan perjalanan di berbagai film, sinetron, FTV, dan serial.

| Baca Juga: Ada Dian Sastrowardoyo, Hanung Bramantyo Bagikan First Look Film 'Descendant of the Sun’

Beberapa film yang masuk filmografinya antara lain 'Di Balik 98', 'Kartini', 'Wiro Sableng', 'Hit and Run', 'Yowis Ben 3', hingga 'Balada Si Roy'.

Dalam versi AI terbaru, Dian kembali menjadi Jaka Tingkir. Adelia Rasya memerankan Ratu Kalinyamat, sementara Choky Andriano menjadi Arya Penangsang.

1 2

Tags: