VIVIA MEDIA — Menyelamatkan atau merawat kucing liar memang menjadi tindakan mulia. Namun, di balik kepedulian tersebut, terdapat risiko penularan kurap atau jamur dari kucing ke manusia.

"Terlepas dari namanya, kurap tidak disebabkan oleh cacing. Ini adalah infeksi jamur yang hidup di kulit dan rambut hewan dan manusia," ujar dr Kunal Sood di Instagram pada Jumat (10/7/2026).

Katanya, manusia paling sering tertular jamur saat menyelamatkan atau merawat kucing, terutama anak kucing.

| Baca Juga: Jangan Sembarangan, ini Lokasi Terbaik Meletakkan Kotak Pasir untuk BAB Kucing

Hal itu karena kucing yang terinfeksi tidak selalu menunjukkan gejala, sehingga tetap dapat menyebarkan spora jamur melalui bulunya.

Selain melalui kontak langsung dengan hewan, penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi, seperti tempat tidur hewan, selimut, sikat, hingga furnitur.

Pada manusia, infeksi kurap umumnya ditandai dengan munculnya ruam merah berbentuk cincin yang terasa gatal dan perlahan membesar seiring waktu.

Sood menekankan pentingnya deteksi dini karena gejala kurap kerap disalahartikan sebagai ruam kulit biasa.

| Baca Juga: Menolak Tua, Intip Gaya Nenek Hayati yang Viral Karena Penampilan Bak ABG

Penggunaan obat oles tanpa diagnosis yang tepat justru dapat memperparah infeksi jamur tersebut.

Meski demikian, dia memastikan bahwa kurap umumnya dapat diobati dengan obat antijamur.

Selain mengobati penderita, hewan peliharaan yang menjadi sumber penularan juga perlu mendapatkan perawatan agar infeksi tidak terus menyebar.

1 2

Tags: