Eropa Catat Lebih dari 10.000 Kematian Akibat Gelombang Panas di Bulan Juni
VIVIA MEDIA — Gelombang panas yang menyerang kawasan Eropa berdampak masif. Sejumlah negara di Eropa melaporkan lebih dari 10.000 kematian berlebih (excess deaths) selama gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan barat benua itu menjelang akhir Juni 2026.
Sejak gelombang panas menyerang benua biru pada 21 Juni, mayoritas korban jiwa tercatat pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Jumlahnya mencapai 9.000 jiwa lebih.
Catatan itu berdasarkan data yang dipublikasikan EuroMOMO, lembaga pemantau angka kematian Eropa yang didukung oleh European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dilansir berbagai media, Senin (13/7/2026).
Gelombang panas yang melanda Eropa ini memecahkan rekor suhu di sejumlah negara dan menyebabkan ribuan kematian berlebih, dengan estimasi tercatat di Belgia, Inggris, Prancis, dan Spanyol.
| Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pub di Bangkok, Sedikitnya 27 Orang Tewas, PM Thailand Terjun Langsung
Kelompok ilmuwan World Weather Attribution menyoroti kasus di Eropa itu. Mereka menyatakan bahwa gelombang panas Juni ini "nyaris mustahil terjadi" tanpa adanya fenomena perubahan iklim.
Di Inggris, Lebih dari 2.700 Orang Meninggal
Sementara itu, setidaknya 2.700 orang meninggal dunia di Inggris dan Wales akibat gelombang panas yang melanda pada Mei dan Juni, menurut studi yang dirilis pada Senin.
Para pakar dari Imperial College London, Met Office, dan London School of Hygiene and Tropical Medicine merilis hal itu. Gabungan pakar itu menggunakan data cuaca, model iklim, serta studi kematian berlebih selama gelombang panas untuk menyusun estimasi tersebut.
Inggris dan sebagian besar Eropa mengalami dua gelombang panas tak terduga pada Mei dan Juni. Rekor suhu bulanan masing-masing tercatat mencapai 35,1°C dan 37,7°C di Inggris.
| Baca Juga: Pesona WAGs: Deretan Pasangan Pemain Piala Dunia 2026 yang Jadi Pusat Perhatian
Mark McCarthy, manajer sains di tim atribusi iklim Met Office, menyebut kedua peristiwa ini sebagai gelombang panas ekstrem yang tergolong luar biasa mengingat waktunya yang terjadi begitu awal dalam setahun.
1 2







