Kolaborasi Penari Indonesia dan Filipina Pukau Pertunjukan Dance For All 2
Salah satu penampilan yang paling dinantikan datang dari Ballet Manila. Grup balet asal Filipina tersebut menghadirkan repertoar klasik Sleeping Beauty Pas de Deux yang dibawakan oleh dua soloisnya, Shamira Drapete dan Jos David Andes.
Kehadiran kedua penari profesional ini menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk menyaksikan kualitas balet internasional secara langsung di atas panggung Gedung Kesenian Jakarta.

"Saya berharap kolaborasi lintas negara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni balet. Semoga meninggalkan kesan di hati penonton," harap Ade.
Penutup Megah Lewat Underwater from the Pharaoh's Daughter
Dance For All 2 ditutup dengan sebuah pertunjukan kolosal bertajuk Underwater from the Pharaoh's Daughter, yang menghadirkan kolaborasi penari dari tiga kelompok sekaligus, yakni Cicilia Ballet School, EKI Dance Company, dan Ballet Manila.
| Baca Juga: Cici Paramida, Ikke Nurjanah dan Kristina Siap Tampil Maksimal di Konser 3 Kembang
Karya yang berasal dari koreografi maestro balet Marinus Petipa tersebut dikreasikan ulang oleh Ade Setiowibowo sehingga tampil dengan sentuhan baru tanpa menghilangkan nuansa klasiknya.
Penampilan penutup ini menjadi puncak pertunjukan yang memperlihatkan kekompakan para penari dari berbagai institusi dalam satu panggung.
EKI Dance Company Angkat Isu Kehidupan Modern
Selain pertunjukan balet klasik, Dance For All 2 juga menghadirkan karya-karya kontemporer dari EKI Dance Company.
Melalui koreografer muda Nala Amrytha, EKI menampilkan dua karya dengan tema yang kontras namun sama-sama mengangkat refleksi kehidupan modern.
| Baca Juga: Lyodra Hingga Viky Sianipar Ramaikan Ajang Musik Internasional di Danau Toba



