Kolaborasi Penari Indonesia dan Filipina Pukau Pertunjukan Dance For All 2
Tarian Corporate Jam menggambarkan realitas kehidupan para 'budak korporat' yang terjebak dalam rutinitas pekerjaan. Sementara itu, Manohara mengambil inspirasi dari karakter ular beserta racunnya sebagai simbol kompleksitas sisi gelap kehidupan.
"Dalam Dance for All yang kedua ini, saya menampilkan Corporate Jam yang mengangkat persoalan 'budak korporat' serta Manohara yang terinspirasi dari ular dan racunnya. Saya berharap kedua karya ini dapat mengajak penonton melihat kompleksitas kehidupan dari sudut pandang yang berbeda," ujar Nala Amrytha.

Kisah Perempuan Bangkit Lewat Solidaritas
Koreografer muda lainnya, Ara Ajisiwi, menghadirkan karya berjudul Rein yang mengangkat kisah perempuan dengan berbagai luka dan pengalaman hidup.
Lewat gerak tari, Ara menggambarkan bagaimana perempuan dapat menemukan kekuatan ketika saling mendukung dan berjalan bersama menghadapi berbagai tantangan.
"Tarian ini menyiratkan pesan bahwa perempuan dapat bangkit dan menentukan arah hidupnya ketika saling mendukung dan berjalan berdampingan," tutur Ara Ajisiwi. (*)



