VIVIA MEDIA — Kasus karies gigi pada anak di Indonesia masih tergolong tinggi. Salah satu penyebabnya sederhana: anak-anak masih membutuhkan bantuan dan pendampingan orang tua untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten.

Kabar baiknya, mencegah gigi berlubang pada anak tidak membutuhkan langkah rumit. drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A, dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak RS Pondok Indah – Puri Indah, menekankan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru menjadi perlindungan terbaik.

Kenali Tandanya Sebelum Terlambat

Sebelum bicara pencegahan, orang tua perlu tahu tanda-tanda awal karies agar bisa bertindak cepat. Tanda paling awal biasanya berupa bintik atau noda putih di permukaan gigi, yang bila dibiarkan bisa berubah warna menjadi cokelat muda hingga kehitaman.

Gigi ngilu saat makan/minum manis, panas, atau dingin, bau mulut, serta rasa sakit saat mengunyah juga perlu diwaspadai. Semakin cepat tanda ini dikenali, semakin besar peluang gigi anak mendapat perawatan tepat sebelum kerusakan bertambah parah.

| Baca Juga: Waspada, Gigi Berlubang pada Anak Bisa Berujung Infeksi dan Ganggu Tumbuh Kembang

Kebiasaan Rumah yang Bikin Beda

Berikut kebiasaan sehari-hari yang bisa diterapkan orang tua di rumah untuk melindungi gigi anak:

1. Sikat gigi teratur. Biasakan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

2. Beri jeda setelah makan. Tunggu sekitar 30–60 menit setelah makan atau minum sebelum menyikat gigi.

3. Batasi makanan dan minuman manis. Sisa gula dan karbohidrat yang menempel di gigi adalah bahan bakar utama bakteri penyebab karies.

4. Biasakan minum air putih setelah makan untuk membantu membersihkan sisa makanan di rongga mulut.

1 2

Tags: