Dari Warung Kecil di Sorong ke Panggung Besar, Perjalanan Iqbaal Menemukan Arti Bertumbuh
Kesibukan syuting dan tur membuat Iqbaal, yang mengaku tak makan dalam porsi besar saat bekerja, mengandalkan camilan praktis. Dua hal penting baginya adalah rasa yang cocok. Iqbaal menyukai perpaduan manis dan asin lalu kemudahan mendapatkan camilan itu di berbagai kota maupun pulau.
Tidak Mengejar Tren Sesaat
Iqbaal enggan berkarya hanya karena sedang viral.
“Viral bisa hilang dua minggu atau dua bulan lagi. Kalau suatu hari saya sudah tidak ada, saya ingin karya-karya itu tetap hidup,” ujarnya.
Akting pun mengajarkan Iqbaal untuk memahami perspektif orang lain, sementara musik menjadi cara untuk kembali mengenali diri sendiri. Di luar dunia hiburan, ia menempuh pendidikan Media Communication di Monash University, Australia.
| Baca Juga: Ayah Naik Pangkat, Awkarin Tulis Pesan Haru
Keputusan mengambil studi itu lahir dari kesadaran bahwa popularitas tidak abadi.
“Ketika suatu saat ketenaran itu selesai, yang akan tetap tinggal adalah pengetahuan, pendidikan, dan orang-orang yang kita temui sepanjang perjalanan,” katanya.
Bertahan karena Terus Bertumbuh
Bagi Iqbaal, daya tahan puluhan tahun, baik individu maupun organisasi, lahir dari kemauan terus belajar dan berinovasi tanpa kehilangan jati diri. Nilai itulah yang ia temukan dalam kolaborasi terbarunya.
“Saya melihat mereka bukan hanya mengikuti perubahan, tetapi terus menciptakan inovasi. DNA-nya adalah terus belajar, terus bertumbuh, dan terus beradaptasi,” ujarnya.

Brand Equity Director Garudafood, Niken Esti, menyebut pemilihan Iqbaal sebagai duta merek didasari karakternya yang autentik, kreatif, rendah hati, dan terus belajar. Nilai tersebut selaras dengan semangat merek tersebut.







