Tak Sabar Jumpa Penggemar, Afgan Deg-degan Campur Senang Jelang Konser Retrospektif
“Saya merasa perjalanan ini bukan hanya milik saya. Ada keluarga, tim, musisi, dan tentunya Afganisme yang selalu menemani saya. Jadi konser ini adalah bentuk apresiasi dan perayaan bersama,” kata pelantun lagu 'Pada Mu Ku Bersujud' itu.
Senang, Deg-Degan, dan Tidak Sabar Bertemu Penggemar
Memasuki momen konser yang kian dekat, Afgan mengaku merasakan berbagai emosi yang bercampur menjadi satu. Ada rasa bangga karena dapat menghadirkan pertunjukan besar setelah perjalanan panjang, namun juga ada rasa gugup karena ingin memberikan penampilan terbaik.
| Baca Juga: Kisah Haru Bernadya, Royalti Lagu Pertama Jadi Penyelamat Ekonomi Keluarga saat Pandemi
“Senang, deg-degan, excited, dan penuh harap, rasanya semuanya melebur menjadi satu di hari-hari menjelang Afgan Retrospektif: The Concert,” ungkap Afgan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya konser tersebut.
“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih untuk semua pihak yang telah memberikan dukungannya untuk konser ini,” kata laki-laki kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 itu.
Bagi Afgan, tanggal konser tersebut bukan hanya menjadi perayaan perjalanan bermusik, tetapi juga momen untuk merayakan hubungan bersama keluarga, penggemar, dan orang-orang yang telah menemani langkahnya.
| Baca Juga: Lyodra Hingga Viky Sianipar Ramaikan Ajang Musik Internasional di Danau Toba
“Buat saya, tanggal 18 Juli nanti bukan hanya selebrasi dari perjalanan karya saya, tetapi selebrasi untuk semua, keluarga, Afganisme, dan setiap orang yang telah tumbuh bersama dengan lagu-lagu saya. Sampai ketemu di tanggal 18 Juli, rasanya sudah nggak sabar untuk membuat kenangan bareng kalian semua,” ujar Afgan.
Dukungan untuk Ekosistem Musik Indonesia
Bagi Seven Star Production, konser ini menjadi proyek besar yang telah dipersiapkan secara matang selama hampir satu tahun.







