Tari Kipas Ajer Antar Svadara Warna Indonesia Raih Gold Medal di Asia Arts Festival 2026
VIVIA MEDIA — Sanggar Svadara Warna Indonesia sukses mengharumkan nama bangsa. Sanggar tari binaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta meraih Gold Medal Kategori Small Group A pada 13th Asia Arts Festival (AAF) 2026 di School of the Arts (SOTA), Singapura.
Prestasi tersebut diraih melalui penampilan memukau Tari Kipas Ajer, sebuah tari kreasi baru yang dikembangkan dari ragam gerak dasar tradisi Betawi, khususnya gerak Cokek dan Topeng Betawi.
Di hadapan komunitas seni dari berbagai negara, sebelas penari Svadara berhasil menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga membawa cerita tentang keindahan budaya Indonesia.
Tari Kipas Ajer mengangkat pesona ‘kecantikan kipas’ sebagai representasi paras cantik gadis-gadis Betawi.
| Baca Juga: Ahli Waris Pattimura Usulkan Kediaman Thomas Matulessy Jadi Museum
Lewat perpaduan gerak yang lembut, anggun, penuh keceriaan, sekaligus sarat semangat kebersamaan dan harmoni, tarian ini menjadi wajah baru budaya Betawi yang tetap berakar kuat pada tradisi, namun relevan dengan panggung seni modern.
Tari Kipas Ajer merupakan karya orisinal Svadara Warna Indonesia yang telah memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan sebagai bentuk perlindungan Hak Cipta.
Hal ini menjadi bukti komitmen sanggar dalam melahirkan karya-karya baru yang tetap berpijak pada kekayaan budaya Indonesia.
“Bagi kami, misi budaya selalu lebih dari sekadar mengikuti kompetisi. Ini adalah ruang belajar bagi para penari untuk membangun disiplin, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Prestasi tentu membanggakan, tetapi pengalaman menjadi duta budaya adalah nilai terbesar yang mereka bawa pulang,” ujar Team Leader sekaligus Program Manager Svadara Warna Indonesia, Diah Sri Utari atau yang akrab disapa Didi.
| Baca Juga: Avip Priatna dan The Resonanz Children’s Choir Wakili Indonesia ke Final European Grand Prix 2027
Keberhasilan di Singapura melanjutkan rekam jejak internasional Svadara dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, sanggar ini menjalankan misi budaya ke Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Labuan, Malaysia.
“Ke depan kami berharap misi budaya tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga dilengkapi dengan program studi banding bersama sekolah seni maupun sanggar tari di Singapura. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kami ingin membuka wawasan para penari sekaligus membangun jejaring internasional yang dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia,” kata Didi.
1 2







