Waspada, Gigi Berlubang pada Anak Bisa Berujung Infeksi dan Ganggu Tumbuh Kembang
“Karies pada anak tidak berhenti pada masalah gigi berlubang. Jika dibiarkan, dampaknya dapat memengaruhi kesehatan anak secara keseluruhan, termasuk proses makan, kenyamanan, dan pertumbuhan gigi permanen,” ujar drg. Alana.
Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai
Karies tidak selalu langsung tampak sebagai lubang besar. Tanda paling awal biasanya berupa bintik atau noda putih di permukaan gigi, yang jika dibiarkan bisa berubah warna menjadi cokelat muda, cokelat tua, hingga kehitaman.
Gigi ngilu saat makan makanan manis, panas, atau dingin, bau mulut, serta rasa sakit saat mengunyah juga menjadi sinyal yang tidak boleh diabaikan.
Perawatan Disesuaikan dengan Tingkat Keparahan
Ketika tanda karies muncul, pemeriksaan oleh dokter gigi spesialis anak menjadi langkah penting. Dokter akan mengevaluasi kondisi rongga mulut, tingkat keparahan karies, riwayat kesehatan anak dan keluarga, bahkan rontgen bila diperlukan.
| Baca Juga: Berambisi Hidup 'Abadi', Miliarder Bryan Johnson Kini Menderita Gastritis Autoimun
Pilihan perawatan bertingkat sesuai kondisi: pada tahap awal, fluoride treatment membantu memperkuat enamel. Jika sudah berlubang, penambalan gigi dilakukan untuk mengembalikan fungsi gigi.
Pada kerusakan lebih berat, pemasangan crown menjadi pilihan untuk melindungi gigi yang tersisa. Pencabutan gigi hanya dilakukan sebagai opsi terakhir, ketika gigi sudah tidak bisa dipertahankan dan berisiko menyebabkan infeksi lebih lanjut.
Menurut drg. Alana, tidak ada batas usia minimal untuk tindakan tambal gigi, selama gigi masih bisa dirawat, tindakan dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan anak.
Orang tua pun tidak perlu menunggu anak mengeluh sakit terlebih dahulu, karena pemeriksaan sejak dini memungkinkan penanganan sebelum kerusakan menjadi lebih berat. (*)







