FFW 2026 Abadikan Nama Wina Armada Sukardi untuk Penghargaan Kritik Film Terbaik
"Seandainya Mas Wina masih ada, mungkin beliau akan menolak namanya diabadikan begini. Tapi bagi kami, ini kehormatan luar biasa. Beliau selalu berpesan: film butuh kritik, tapi kritiklah yang membangun. Tulislah dengan jujur, kritiklah dengan cinta. Hari ini namanya akan disebut setiap tahun, artinya semangatnya tak akan pernah mati," ungkap Amalia.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kritik bukanlah untuk menjatuhkan karya, melainkan menjadi ruang dialog yang sehat demi kemajuan industri perfilman Indonesia.
| Baca Juga: 'Michael' Cetak Rekor, Jadi Film Biopik Pertama Tembus 1 Miliar Dolar
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menilai Festival Film Wartawan memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia.
"Ada dua peran krusial FFW, ajang ini menantang sineas berani melangkah lebih jauh, sekaligus merawat cara kita memahami apa yang kita tonton," katanya.
Ia juga menyebut industri film Indonesia kini mulai menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus semakin diperhitungkan di tingkat internasional.
"Pencapaian ini tentu merupakan hasil kontribusi banyak pihak, salah satunya adalah peran Festival Film Wartawan dan para jurnalis film," tambahnya.
| Baca Juga: Ada Lagu ‘MBG’ di Film Cek Khodam, Sutradara Beri Penjelasan Ini
Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada berbagai festival film di Indonesia, baik yang berskala besar maupun komunitas.
"Kami tidak membeda-bedakan skala. Mulai dari festival besar hingga komunitas kecil di pelosok, semuanya kami dukung sebisa kami. Karena kemajuan film adalah kemajuan kita semua," ujarnya.
Peluncuran FFW 2026 ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada Ahmad Mahendra, Irini Dewi Wanti, serta Ketua PWI Jaya, Kesit B. Handoyo.
Momen tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, insan pers, dan pelaku industri film dalam membangun ekosistem perfilman nasional yang semakin sehat, kritis, dan mampu bersaing di tingkat global. (*)







