Jalan Tengah, Single Mikha Tambayong dan Rayi Putra Soal Cinta yang Terhadang Realita
VIVIA MEDIA — Penyanyi sekaligus aktris Mikha Tambayong kembali menggebrak industri musik tanah air melalui kolaborasi spesial bersama personel RAN, Rayi Putra. Di bawah naungan label MyMusic Records, keduanya merilis single terbaru berjudul 'Jalan Tengah'.
Lagu ini mengisahkan sisi emosional dari hubungan dua manusia.yang saling mencintai, namun harus berhadapan dengan realitas bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan ikatan.
Menampilkan Sudut Pandang Perpisahan yang Dewasa
'Jalan Tengah' ditulis oleh Rayi Putra bersama Ankadiov dan Wizzy yang tergabung dalam RAW Music.
Berbeda dengan lagu perpisahan pada umumnya yang identik dengan pengkhianatan atau hubungan yang beracun (toxic), lagu ini justru menyoroti upaya sepasang kekasih yang mencoba bertahan di tengah perbedaan prinsip yang semakin nyata.
| Baca Juga: Fajar Noor Siap Gelar Showcase Secara Live Album Musik Perdananya
Rayi Putra menjelaskan bahwa lagu ini merupakan representasi dari sebuah akhir hubungan yang dilakukan dengan kepala dingin.
"Lagu 'Jalan Tengah' ini adalah sebuah mature break-up song. Ini tentang perpisahan yang tidak harus dipenuhi amarah atau kesedihan mendalam. Kami ingin menunjukkan bahwa dua orang dapat berpisah secara dewasa, penuh penerimaan tanpa harus saling menyalahkan," jelas Rayi Putra dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Perbedaan Kecil yang Menjadi Jurang Pemisah
Narasi lagu ini berfokus pada bagaimana perbedaan-perbedaan kecil, yang semula dianggap remeh, perlahan-lahan tumbuh menjadi kendala besar.
"Lagu ini menyampaikan pesan kuat bahwa terkadang, melepaskan seseorang bukan berarti sebuah kegagalan," ujar Rayi.
| Baca Juga: Sule Angkat Fenomena Media Sosial Lewat Lagu 'Cewek Komalan'
Momen Dream Come True
Bagi Mikha, kolaborasi ini bukan sekadar proyek profesional biasa, melainkan sebuah pencapaian personal yang telah ia nantikan selama belasan tahun. Mikha menceritakan bahwa pertemuannya dengan Rayi bermula pada tahun 2008 saat ia masih berusia 13 tahun dalam sebuah ajang pencarian bakat.
"Proyek ini benar-benar sebuah full circle moment sekaligus dream come true bagi saya. Saat usia 13 tahun dulu, saya pernah bertemu Rayi yang hadir sebagai tamu spesial di ajang bakat yang saya ikuti," kenang Mikha.
"Saat itu, dalam hati saya berharap suatu hari nanti bisa berduet dengan dia. Bertahun-tahun kemudian, harapan itu akhirnya terwujud melalui lagu ini," sambung Mikha.
Produksi dan Visualisasi Simbolis Labirin
Dalam penggarapan teknis, Bianca Nelwan dipercaya sebagai vocal director, sementara proses mixing dan mastering diselesaikan oleh Reyner Ferdinand. Selain audio, pesan dalam 'Jalan Tengah' juga dituangkan secara mendalam melalui video musik yang disutradarai oleh Moedhalie.
| Baca Juga: Kahitna Siapkan Konser 40 Tahun, Bakal Jadi Momen Spesial Untuk Para Soulmate
Video tersebut menggambarkan Mikha dan Rayi sebagai pasangan yang memiliki dunia berbeda di sebuah taman; Mikha dengan bukunya dan Rayi dengan kamera camcorder-nya.
Simbolisme perpisahan mereka digambarkan secara apik melalui sebuah labirin. Rayi dikisahkan memilih jalan ke kiri, sementara Mikha melangkah ke kanan.
Video musik ini ditutup dengan adegan keduanya saling tersenyum dan melambaikan tangan, sebuah tanda perpisahan damai.
"Pesan utamanya adalah terkadang cinta tidak gagal, melainkan hanya tidak menemukan jalan tengahnya," tutup Mikha. (*)







