Penonton akan mendapatkan akses reaksi langsung dari Reza Arap beserta timnya dengan suasana yang lebih informal. Reza menekankan bahwa tayangannya akan bebas menggunakan konsep 'Sound Horek' yang bising serta memberikan ruang bagi ekspresi emosional yang spontan.

"Di televisi kita tidak bisa mengeluarkan reaksi emosional yang meledak-ledak, tapi di channel saya, hal itu diperbolehkan. Sifatnya digital, jadi lebih bebas," jelas Reza Arap.

Terkait format acara, Reza Arap menjelaskan bahwa konten yang akan disajikan tidak hanya terpaku pada satu jenis tayangan. Akan ada berbagai program yang melibatkan banyak pihak, termasuk bintang tamu dan tim ahli.

| Baca Juga: Maxime Bouttier Siap Jadi Ayah, Luna Maya Mulai Program Kehamilan 2027

"Tim yang memberikan daftar nama, tapi mungkin kurasi atau keputusan finalnya ada di saya. Kami akan mendiskusikan siapa yang cocok untuk hadir di setiap sesi yang akan menemani selama pertandingan berlangsung," jelasnya.

Selain menyiarkan secara daring, pemilik nama asli Reza Oktovian ini direncanakan hadir langsung di stadion saat Tim Nasional Indonesia berlaga. Kemungkinan ia akan hadir di Pekanbaru untuk memberikan laporan langsung dan berinteraksi dengan suporter di lokasi.

"Jadinya formatnya juga menarik, ketika saya sedang berada di stadion, nanti akan ada tim yang tetap berada di studio. Jadi komunikasinya akan bolak-balik seperti itu antara stadion dan studio," jelas Reza Arap lagi.

Kesiapan Menghadapi Kritik Suporter Militan Hingga Fenomena Marapton

Fokus utama Reza Arap saat ini adalah memastikan aspek teknis berjalan tanpa hambatan.

| Baca Juga: Tangis Celine Evangelista, Antar Putri Sulung Masuk Pesantren

"Saya fokus agar koneksi internet aman, alat-alat aman, dan siaran tidak terganggu. Itu lebih penting bagi saya saat ini. Alat-alat juga sudah proper semua, hopefully bisa kasih yang terbaik," katanya.

Reza Arap juga menyadari risiko hujatan yang mungkin datang dari suporter militan Timnas Indonesia jika penampilannya dianggap tidak memuaskan. Namun, ia merasa sudah terbiasa dengan tekanan dari netizen.

1 2 3

Tags: