Barista Kini Tak Hanya Jago Meracik, Kemampuan Bercerita Soal Kopi Juga Penting
“Tahun lalu perwakilan Indonesia tampil di tingkat regional hingga dunia. Itu menjadi kebanggaan karena Indonesia tidak hanya dikenal memiliki kopi berkualitas, tetapi juga memiliki barista yang mampu menunjukkan keterampilan berkelas dunia,” ungkapnya.
Mutu Kopi Ditentukan Sejak Awal
Anthony menjelaskan, kualitas kopi ditentukan sejak proses pemilihan biji. Arabika asal Sumatra, misalnya, hanya menggunakan biji Grade A atau AAA yang melewati tiga kali penyortiran: mulai dari tingkat cacat, ukuran, hingga warna dan kepadatan.
Selain kualitas, aspek keberlanjutan seperti kesejahteraan petani dan praktik ramah lingkungan turut menjadi perhatian.
“Yang dilihat bukan hanya kualitas kopi, tetapi juga bagaimana kopi itu diproduksi dan bagaimana keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan petani dapat dijaga,” katanya.
| Baca Juga: Anak Tetap Prioritas, Begini Cara Baim Wong Atur Waktu di Tengah Kesibukan Film
Barista Dibentuk Melalui Proses Panjang
Anthony mengibaratkan setiap barista baru sebagai “green bean”, punya potensi namun belum berkembang. Setelah menguasai dasar, mereka bisa menjadi Coffee Master, mendalami jalur spesialis teknis, atau beralih ke jalur manajemen.
Perubahan iklim menjadi tantangan baru bagi budidaya kopi Arabika yang membutuhkan ketinggian 900–1.400 mdpl. Namun, menurut Anthony, isu kompleks seperti ini lebih mudah dipahami lewat cerita.
Pemenang Starbucks Barista Championship 2026 akan diumumkan 19 Juli 2026, dan juara nasional akan mewakili Indonesia di Starbucks Regional Barista Championship Asia 2026 di Manila, Filipina, September mendatang. (*)






