VIVIA MEDIA — Di tengah tuntutan untuk segera sukses, Maudy Ayunda mengajak anak muda menerima kemungkinan bahwa jalan hidup mereka bisa berubah berkali-kali. Menurutnya, minat bisa berganti, rencana bisa bergeser, bahkan kegagalan bisa menjadi cara penting untuk memahami diri sendiri.

"Menurut aku zaman sekarang dengan teknologi yang terus bergerak, sukses itu gak lagi linear, sudah tidak lagi template. Beranikan diri kalian untuk bereksperimen, mencoba hal baru, dan menyerap hal baru, because you never know if your definition of success will change over time. Keep an open mind, terus tumbuh, dan customize versi sukses buat diri kalian masing-masing," ujar Maudy di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baginya, yang penting bukan menemukan jawaban secepat mungkin, melainkan keberanian untuk terus mencari sekaligus menerima bahwa definisi sukses hari ini belum tentu sama beberapa tahun kemudian.

Pandangan itu juga tercermin saat ia berbicara soal pendidikan. Kuliah, menurutnya, tidak semestinya hanya menjadi ajang mengejar nilai.

| Baca Juga: Ini 5 Cara Sandy Kristian Menemukan Variasi Makanan yang Tetap Comforting

Pelajaran lain justru muncul saat seseorang berorganisasi, bertemu orang dengan latar belakang berbeda, mengambil keputusan, hingga menghadapi kegagalan. Karena itu, berada di lingkungan yang dipenuhi orang berprestasi tidak selalu berarti harus merasa tertinggal.

"Bukan masalah jika kita merasa dikelilingi oleh orang-orang yang lebih hebat. Itu justru pertanda bahwa kita berada di tempat yang tepat untuk menjadi 'spons', menyerap energi, ilmu, dan perspektif baru untuk tumbuh," kata perempuan kelahiran Jakarta, 19 Desember 1994, itu.

Pemikiran tersebut menjadi salah satu pijakan Maudy dalam membangun Maudy Ayunda Foundation (MAF) pada 2018, yang lahir dari pengalaman pribadinya menerima dorongan dan kepercayaan dari orang lain di saat yang tepat.

"It's about giving people the right opportunities at the right time sometimes, and that can kind of change or influence the course of their lives," ujar peraih gelar ganda M.B.A. dan M.A. dari Universitas Stanford pada 2021 itu.

| Baca Juga: Andika Mahesa Tetap Bahagia Meski Jalani LDR dengan Istri Setelah Menikah

Pandangan ini diterjemahkan MAF lewat empat pilar, yaitu Professional Development, Tuition Scholarship & Project Grant, Student & Teacher Support, serta Education Infrastructure.

Salah satu program unggulannya, kini bernama MAF Impact Leaders Program, telah menerima lebih dari 3.000 pendaftar sejak 2018 dan menghasilkan 91 Impact Leaders, termasuk 16 penerima academic and project grants.

1 2

Tags: