Berawal dari Skrip Film, Nadzira Shafa Resmi Rilis Novel 'Ibadah dan Cinta'
VIVIA MEDIA — Aktris sekaligus penulis Nadzira Shafa resmi memperkenalkan karya literasi terbarunya yang berjudul Ibadah dan Cinta. Nadzira menjelaskan bahwa proyek ini memiliki proses kreatif yang unik.
Cerita Ibadah dan Cinta pada mulanya merupakan naskah skrip film. Namun, di tengah proses pengembangan, Nadzira bertemu dengan beberapa pihak yang mengungkap bahwa cerita tersebut memiliki basis realitas di dunia nyata.
"Ternyata kisah aslinya itu jauh lebih rumit dan lebih menggetarkan hati daripada apa yang awalnya tertulis. Perasaan haru dan kompleksitas emosinya itu sangat dalam, dan itu yang coba aku tuangkan ke dalam tulisan," jelas Nadzira saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).
Proses Intensif 'Menyulap' Dialog Menjadi Bab
Proses penggarapan novel ini memakan waktu yang cukup singkat namun intens, yakni sekitar satu bulan. Nadzira menjelaskan tantangan teknis dalam mengubah bentuk skrip yang hanya berisi dialog dan keterangan suasana menjadi sebuah novel utuh yang detail.
| Baca Juga: Indah Permatasari - Achmad Megantara Kenang Momen Kocak Syuting Film 'Ibadah dan Cinta' di Australia
Wanita 26 tahun yang juga penyanyi ini, harus membedah setiap adegan dan menyusunnya kembali menjadi bab demi bab yang kuat secara narasi sejak November 2025. Lalu ia mulai menulis pada Desember 2025 dan selesai pada Januari 2026.
"Walaupun kerangka ceritanya sudah tersusun rapi, tapi detail di setiap potongannya harus diperkuat. Jadi ya, total selesai sekitar dua bulan," jelas istri mendiang Ameer Azzikra, anak dari Almarhum Ustaz Arifin Ilham.
Misi Dakwah dalam Balutan Romansa Ringan
Nadzira sebelumnya menulis novel 172 Days yang kemudian diangkat ke layar lebar diperankan Yasmin Napper dan Bryan Domani. Sesuai dengan ciri khas karya-karyanya terdahulu, Nadzira tetap menyisipkan elemen dakwah, begitu juga di novel Ibadah & Cinta.
Baginya, menulis adalah sarana untuk berbagi pandangan tentang bagaimana menikmati cinta sebagai bagian dari keindahan ibadah.
| Baca Juga: Ari Irham Belajar Jadi Vokalis Band Demi Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
"Bukan hanya kisah cinta biasa, tapi ada sisi pandang dakwah yang dikemas secara ringan dan tidak menggurui. Cinta itu adalah sebuah keindahan dalam sebuah ibadah, makanya judulnya menjadi Ibadah dan Cinta," tuturnya.
Pemain film Pengen Hijrah ini juga memasukkan niche pribadinya melalui sudut pandang karakter perempuan utama bernama Santun yang mengisahkan tentang keluarga dan pencarian jati diri menuju Sang Ilahi.
"Saya jadi membayangkan bagaimana jadinya jika seorang perempuan tumbuh di dalam lingkungan keluarga yang sehat (healthy family). Karena ayah saya meninggal saat saya masih kecil. Jadi itu salah satu niche pribadi saya," jelasnya.
Tantangan Visualisasi dan Adegan Favorit
Menulis berdasarkan skrip memberikan tantangan tersendiri bagi Nadzira, terutama dalam menciptakan momen yang berkesan (memorical moment). Ia mengaku sangat terbantu dengan visualisasi karakter Santun dan Rico yang sudah ada di kepalanya.
| Baca Juga: Reuni SD Berujung Dilema, Callista Arum Terjebak Cinta Segitiga di Serial 'A Little White Lie'
Nadzira mengungkapkan adegan favoritnya adalah saat pertemuan pertama Rico dan Santun. Ia mendeskripsikan momen tersebut sebagai getaran perasaan yang kuat meskipun tanpa sentuhan fisik.
"Kayak 'Aku pengen peluk dia, tapi aku tahu ini nggak bisa. Aku harus halal dulu sama dia baru bisa sentuh'. Dan itu tuh bikin deg-degan banget pas aku membayangkannya," tambahnya sembari tersenyum.
Kolaborasi Literasi dan Film untuk Generasi Z
Sebagai penulis dari kalangan Gen-Z, Nadzira memandang kolaborasi antara buku dan film adalah kombinasi yang sempurna untuk memberikan asupan positif bagi masyarakat.
Ia menyadari bahwa minat literasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan, sehingga kehadiran film diharapkan mampu memperkuat pesan yang ada di dalam novel.
| Baca Juga: Bintangi 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali', Davina Karamoy Justru Ogah Putar Balik Waktu
Novel Ibadah dan Cinta setebal 484 halaman ini diterbitkan oleh Insan Pustaka Berkreasi, sebuah imprint dari IPB Press. Naskah disunting oleh Nopionna Dwi Andari dengan desain sampul dan penataan isi oleh Muhamad Ade Nurdiansyah.
Mengusung genre religi, drama keluarga, dan fiksi, novel ini menyoroti pergulatan batin Santun, putri seorang kyai, yang terjebak di antara tradisi, perjodohan, dan keinginan untuk memilih jalan hidupnya sendiri bersama Rico.
Selain dalam bentuk cetak, kisah ini juga telah diadaptasi ke layar lebar dengan judul yang sama. Film Ibadah dan Cinta yang dibintangi oleh Achmad Megantara dan Indah Permatasari tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 24 September 2026. (*)







