"Kalau pas adegan yang santai, ya kami bawa santai juga. Tapi kalau lagi masuk ke adegan-adegan yang berat, aku kasih space atau ruang," tambahnya.

Pengalaman Syuting 12 Hari di Melbourne

Selain di Indonesia, produksi film ini mengambil lokasi di Melbourne, Australia, selama kurang lebih 11 hingga 12 hari pada bulan Agustus tahun lalu. Indah mengenang momen tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan karena hanya melibatkan empat pemeran utama, sehingga menciptakan ikatan yang kuat.

"Kami benar-benar ngerasain desak-desakan, capek bareng, bangun subuh saat masih gelap, dan pulang pun sudah gelap lagi," kenang Indah.

| Baca Juga: Kata Claresta Taufan Soal Peran Sentralnya di Seri 'Bunga di Tepi Jurang'

Pemain film Agak Laen ini juga memuji keindahan pemandangan Melbourne yang menurutnya akan memanjakan mata penonton.

"Pemandangannya itu loh, di Melbourne itu cakep banget, view-nya luar biasa. Tapi memang adegannya rata-rata berat karena sudah menuju bagian akhir cerita (ending), jadi emosinya intens banget," jelas kelahiran Makassar 29 tahun ini.

Megantara mencatat adanya perbedaan ritme kerja di Australia yang menerapkan aturan jam kerja sangat ketat. Hal ini menuntut kerja sama dan dukungan yang solid antara pemain, kru, dan sutradara agar target syuting tercapai tepat waktu.

Kejadian Unik: Warga Lokal Tertipu Akting Pingsan

Sebuah kejadian lucu sempat mewarnai proses syuting di Australia. Megantara menceritakan momen saat adegan Santun pingsan di lokasi yang sangat sepi. Ketika ia berteriak meminta tolong sesuai skenario, seorang warga lokal yang sedang berolahraga lari tiba-tiba datang karena mengira kejadian tersebut nyata.

| Baca Juga: Ananta Rispo, Tarra Budiman dan Dodit Mulyanto Siap Hadapi Pengusaha Tamak di Film 'Ketok Mejik'

"Dia pikir itu kejadian beneran. Aku sebenarnya pengen lanjutin aktingnya biar dapet momen natural, tapi sayang banget sutradaranya keburu teriak 'Cut!'. Soalnya kita kan pakai mikrofon wireless, jadi suaranya bocor semua. Tapi itu keren banget sih, orang itu sampai panik mukanya," kenang Megantara sambil tertawa.

1 2 3

Tags: