Setelah Lima Tahun Vakum, Anne J. Cotto Comeback di Film Horor
"Pesan saya untuk para ibu di Indonesia, jangan seperti Salma, ya."
Kesempatan kembali bekerja sama dengan Dedy Mercy juga menjadi alasan Anne langsung menerima tawaran bermain di film ini. Menurutnya, mereka sudah saling mengenal sejak lama saat sama-sama mengerjakan sinetron laga yang proses syutingnya berlangsung hampir setiap hari selama sekitar satu tahun.
| Baca Juga: Arya Saloka Gemetar Lakukan Ruqyah, Acha Septriasa Jadi Iblis Mengerikan di 'Munafik: Melawan Iblis'
"Terakhir saya syuting adalah untuk sinetron laga stripping dan kebetulan sutradaranya sama. Kami hampir satu tahun syuting setiap hari. Calling jam tiga atau empat pagi sudah biasa. Jadi ketika dihubungi lagi untuk bermain di film ini, tentu saya sangat senang," tuturnya.
Meski kini tinggal di Bali, Anne tetap serius mempersiapkan perannya. Ia rela terbang ke Jakarta hanya untuk mengikuti sesi reading bersama para pemain agar chemistry antarpemeran bisa terbangun sejak awal.
"Ini merupakan tahun pertama comeback saya untuk kembali bermain film, sehingga proses persiapannya benar-benar dilakukan dengan baik. Saya bahkan terbang dari Bali hanya untuk mengikuti reading dan membangun chemistry dengan para lawan main saya," katanya.
Pengalaman panjang di dunia akting membuat Anne lebih mudah membangun emosi karakter. Meski begitu, ia tetap aktif berdiskusi dengan sutradara agar setiap adegan sesuai dengan kebutuhan cerita.
| Baca Juga: Film Horor 'Paket Santet' Angkat Teror dari Kiriman Misterius
Ada pula pengalaman lain yang membuatnya terkesan. Sebelum syuting dimulai, tim tata rias sempat menghubunginya dan bertanya apakah gigi veneer yang dipakainya bisa dilepas demi kepentingan karakter. Anne justru tertawa karena sebenarnya ia tidak memakai veneer.
Menurutnya, pertanyaan itu menunjukkan keseriusan tim produksi yang benar-benar memperhatikan detail penampilan setiap pemain.
Menutup perbincangan, Anne berharap Juminten Edan tidak hanya menghadirkan cerita horor, tetapi juga menyampaikan pesan tentang hubungan dalam keluarga. Ia juga memuji kerja keras para pemain muda yang dinilainya tampil maksimal sepanjang proses produksi.
"Alhamdulillah jika hasilnya bisa terbentuk dengan baik dan emosi yang ingin disampaikan dapat tercapai. Untuk para pemain muda di film ini, mereka semua luar biasa. Tetapi yang tua juga tidak kalah, dong," tutup Anne sambil tersenyum. (*)







