VIVIA MEDIA — Tika Bravani punya cara berbeda untuk mengenalkan pekerjaannya kepada sang anak. Alih-alih hanya bercerita tentang aktivitasnya sebagai aktris, ia memilih mengajak buah hatinya menyaksikan langsung teater musikal Fantasy Land agar bisa melihat seperti apa dunia seni peran dari dekat.

Menurut Tika, pengalaman menonton pertunjukan secara langsung jauh lebih mudah dipahami oleh anak. Lewat pementasan itu, sang buah hati bisa melihat bagaimana para pemain berakting, bernyanyi, dan membawakan cerita di atas panggung.

"Aku pengin anakku mengenal seni peran, apa yang aku lakukan gitu. Seperti apa, ngapain gitu. Nah ini sih momen yang tepat banget tadi untuk membuat dia ngerasa, 'Oh ternyata teater seru ya'," kata Tika saat ditemui usai pertunjukan di Jakarta Pusat,

Pengalaman itu ternyata meninggalkan kesan yang cukup mendalam. Selama pertunjukan berlangsung, anak Tika terlihat fokus mengikuti jalan cerita dan menikmati setiap adegan yang dimainkan para aktor.

| Baca Juga: Anak Tetap Prioritas, Begini Cara Baim Wong Atur Waktu di Tengah Kesibukan Film

"Anakku sampai ikut involve dengan ceritanya. Dianya bisa nyambung gitu dengan cerita yang ringan tapi juga ada makna yang edukatif gitu. Jadi oke banget sih," ujarnya.

Istri aktor Dimas Aditya itu menilai Fantasy Land bukan sekadar hiburan untuk anak-anak. Baginya, pertunjukan tersebut juga mampu mengajak anak berimajinasi melalui cerita, musik, tata panggung, hingga kostum para pemain.

"Keren pokoknya. Masuk ke imajinasinya dia, terus udah gitu konsep warna dan kostumnya totalitas banget," ungkapnya.

Melihat anaknya menikmati pertunjukan, Tika mengaku ingin kembali menonton jika Fantasy Land dipentaskan lagi. Ia bahkan berencana mengajak seluruh keluarganya.

| Baca Juga: Studi: Mengasuh Anak Ternyata Ampuh Untuk Kesehatan Otak Ayah

"Nih kalau ada pementasan Fantasy Land lagi yang berikutnya, nonton sih, bawa anak-anak juga sih," katanya.

Meski sang anak mulai tertarik dengan dunia seni pertunjukan, Tika memastikan tidak akan mengarahkan atau memaksa anaknya mengikuti jejak sebagai aktor. Ia ingin memberikan kebebasan bagi sang buah hati untuk memilih jalan hidupnya sendiri saat sudah dewasa nanti.

"Bebasin sih. Sekarang mah dia main aja dulu. Kalau emang tertarik ya ayo, kalau enggak ya enggak usah maksa. Sekolah aja dulu yang penting," tegasnya.

Di sisi lain, Tika berharap semakin banyak pertunjukan teater yang dibuat khusus untuk anak-anak. Ia juga berharap pementasan seperti Fantasy Land dapat digelar di panggung yang lebih besar agar bisa dinikmati lebih banyak keluarga.

Teater Musikal Fantasy Land. Foto: Istimewa

"Ini aku berharap ada di panggung yang lebih besar ya, biar lebih puas gitu. Karena dari semua konsep, pemain-pemainnya itu semua totalitas banget," tuturnya.

Harapan tersebut disambut baik oleh penulis naskah sekaligus produser Fantasy Land, Joane Win. Menurutnya, sejak awal pertunjukan ini memang dirancang agar anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut terlibat menikmati cerita.

"Ruang pertunjukan yang kita mau berikan adalah ruang pertunjukan yang memang mau berinteraksi dengan penonton ya, terutama anak-anak. Karena memang ceritanya cerita anak-anak," ujar Joane.

Ia menambahkan, konsep interaktif dipilih agar anak-anak merasa nyaman mengekspresikan perasaan mereka selama pertunjukan berlangsung.

"Memberikan ruang untuk anak-anak berekspresi terhadap cerita yang kita berikan kepada mereka," pungkasnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: