Pasca Produksi Justru Jadi Momen Menyakitkan

Bagi Reza Arap, proses pasca-produksi menjadi sangat menyakitkan karena ia harus berulang kali menonton rekaman video Lula untuk proses penyuntingan.

"Tantangan terbesarnya mungkin setelah peninggalannya almarhumah. Aku sebagai sutradara harus memberikan approval dan revisi, yang artinya aku harus menonton filmnya terus-menerus," akunya.

Mantan suami Wendy Walters itu pun harus rehat sejenak hingga akhirnya dia kembali siap. Reza Arap pun mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan proyek ini.

“It tooks like, aku butuh beberapa bulan gitu, untuk akhirnya aku memutuskan berani menonton karena ini tanggung jawabku," ungkap Reza Arap dengan nada emosional.

Reza Arap juga menceritakan sebuah kejadian yang menurutnya sangat menyentuh terkait unggahan videonya saat bermain piano lagu 'River Flows in You'. Tanpa ia ketahui sebelumnya, ternyata lagu tersebut juga merupakan lagu yang pernah dimainkan Lula semasa hidupnya.

"Aku baru belajar piano sejak 10 tahun bermusik. Aku belajar lagu favoritku, River Flows in You. Aku sama sekali nggak tahu kalau almarhumah pernah mainin lagu itu juga. Jadi itu nggak dibikin-bikin, it just happened," ceritanya.

| Baca Juga: Bujet Minim Untung Besar, Film Horor 'Obsession' Sukses Raup Triliunan Rupiah

Mengenai cara mengenang almarhumah, Reza Arap mengaku memiliki cara pribadi dengan mendoakan dan selalu mengingatnya, tanpa harus selalu mengikuti keramaian saat momen tertentu di makam.

Terkait kabar pemberian hadiah badal umrah untuk Lula, Reza Arap menyatakan dirinya tidak mengetahui hal tersebut.

"I don't know, aku benar benar engga tahu kalau soal itu," tutupnya.

Film Harusnya Horror menceritakan tentang sekelompok kreator konten yang sedang kesulitan finansial. Mereka terpaksa bekerja sama dengan sesosok hantu wibu penakut demi menciptakan konten viral, dengan syarat mereka harus membantu sang hantu memenuhi keinginan terakhirnya untuk menakuti manusia.

1 2 3

Tags: