Sempat Kehilangan Suara Total, Afgan Tetap Tampil Maksimal di Konser Retrospektif
VIVIA MEDIA — Afgan nyaris kehilangan momen paling penting dalam kariernya. Menjelang konser tunggal Afgan Retrospektif: The Concert di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (18/7/2026), ia mengalami gangguan GERD dan infeksi sinus yang membuatnya kehilangan suara total selama tiga hari.
Meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih, Afgan tetap menuntaskan seluruh rangkaian pertunjukan dengan penampilan konsisten. Dukungan para kolaborator dan antusiasme ribuan Afganisme menjadi energi tersendiri sepanjang malam.
Konser ini merayakan 18 tahun perjalanan Afgan di industri musik Indonesia. Diproduksi Seven Star Production dengan konsep Grand Symphonic Universe, pertunjukan memadukan musik simfoni, tata visual sinematik, dan alur cerita yang membawa penonton menelusuri perjalanan karier Afgan.
Selama lebih dari dua jam, penyanyi 37 tahun itu membawakan sekitar 30 lagu lintas generasi, dari album The One (2010) hingga Retrospektif (2025), bersama Erwin Gutawa Orchestra, paduan suara Paragita UI, dan The Gandarianz. Lebih dari 4.000 penonton memadati Plenary Hall JICC.
| Baca Juga: Tak Sabar Jumpa Penggemar, Afgan Deg-degan Campur Senang Jelang Konser Retrospektif
“18 tahun bukan waktu yang sebentar. Melalui tema retrospektif, konser ini menjadi ruang refleksi. Saya melihat perjalanan saya ke belakang, bukan untuk kembali ke masa lalu, melainkan untuk memahami diri saya saat ini dengan lebih baik,” ujar Afgan.
Panggung Terbuka, Cerita yang Lebih Jujur
Afgan menampilkan panggung konser tampil berbeda. Yakni dengan struktur scaffolding dibiarkan terbuka, memperlihatkan elemen konstruksi yang biasanya tersembunyi.
Konsep ini menjadi metafora Afgan yang kini memilih tampil lebih terbuka dan jujur kepada penggemarnya. Layar reflektif, teknik mirroring, dan inverted projection memperkuat pengalaman visual imersif di setiap babak.
Konser dibagi dalam empat babak, menggambarkan perjalanan musikal Afgan dari awal karier hingga fase pendewasaan. Pertunjukan dibuka lewat “Misteri Dunia” bersama The Gandarianz, dilanjutkan kabuki raksasa yang mengangkat panggung dan memunculkan Erwin Gutawa Orchestra dengan overture megah sebelum Afgan membawakan “Jalan Terus”.
| Baca Juga: Alasan Promotor Pilih 3 Kembang untuk Bangkitkan Konser Dangdut Berkelas
Babak ketiga menampilkan sisi eksploratif Afgan lewat medley “Shallow Water” dan “Say I'm Sorry” dari album berbahasa Inggris Sonder dan Wallflower. Babak penutup berubah jadi perayaan penuh energi lewat “Dia, Dia, Dia” dan “Kacamata”.







