Debut Main Film, Ini Cerita Fiki Naki Saat Ikut Casting 'Paket Santet'
VIVIA MEDIA — Nama Fiki Naki selama ini lebih dikenal sebagai kreator konten polyglot atau yang piawai berkomunikasi dengan berbagai bahasa di platform OmeTV. Namun, tahun ini ia membuat kejutan besar dengan menginjakkan kaki di industri perfilman tanah air.
Tidak tanggung-tanggung, Fiki memilih genre horor-thriller bertajuk 'Paket Santet' sebagai proyek debutnya.
Dalam sesi wawancara khusus bersama Vivia Media pekan lalu, Fiki mengaku telah lama menyimpan rasa penasaran yang besar terhadap proses di balik layar sebuah karya film. Apalagi ia penikmat film genre misteri dan thriller.
Namun, jalan menuju layar lebar tidaklah mulus. Sebelum akhirnya berjodoh dengan 'Paket Santet', Fiki mengaku sempat mencoba peruntungan di beberapa rumah produksi (PH) lain.
"Aku sudah coba kasting sekitar tiga kali sebelum ini, tapi lucunya tidak pernah ada yang memanggil lagi setelah itu. Mungkin akting aku jelek ya saat itu," selorohnya sambil tertawa mengenang kegagalan casting online yang pernah ia kirimkan.
| Baca Juga: Poster Film 'Paket Santet' Bikin Kaget, Wajah Yasamin Jasem Hancur dan Bengkak
Titik Terang dari Base Entertainment
Peruntungan Fiki berubah sekitar setahun yang lalu saat pihak Base Entertainment membuka casting untuk karakter bernama Firza. Prosesnya dimulai dari casting online, di mana Fiki diminta mengirimkan video dialog singkat.
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, kali ini Fiki mendapatkan respons positif dan diminta hadir untuk casting secara langsung (offline).
"Di sana aku dikasih skrip yang lebih panjang, sekitar satu halaman. Setelah aku peragakan, mereka bilang, 'Iya, ini Firza-nya'. Akhirnya aku resmi bergabung," ungkap Fiki.
Pria kelahiran Pekalongan berusia 25 tahun ini menjelaskan bahwa casting offline jauh lebih menantang karena ia harus menunjukkan spektrum emosi yang lebih luas, mulai dari ekspresi sedih hingga amarah, di depan tim casting secara langsung.
| Baca Juga: Sana TWICE Debut Aktris, Bintangi Film 'Nyangi' Bareng Aktor Jepang Takeru Satoh
Demam Panggung di Tengah Bintang Besar
Meski sudah terbiasa menghadapi kamera saat membuat konten YouTube, Fiki tak menampik adanya rasa grogi yang luar biasa saat pertama kali menginjakkan kaki di lokasi syuting.
Hal ini dipicu oleh perbedaan mendasar antara menjadi YouTuber yang bebas menentukan arah konten. Dengan menjadi aktor ia harus patuh pada skrip dan arahan sutradara.
Tekanan kian terasa karena Fiki harus beradu akting dengan jajaran pemain muda berbakat yang sudah lebih dulu punya nama, seperti Yasamin Jasem, Fatih Unru, dan Gabriella Ekaputri. Fiki bahkan sempat mengalami momen freeze atau mematung saat melakukan kesalahan dialog.
"Karena aku masih hijau, pas salah aku langsung mematung. Aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Tapi untungnya mereka semua sangat suportif," kenangnya.
| Baca Juga: Film Horor 'Paket Santet' Angkat Teror dari Kiriman Misterius
Membedah Karakter Firza yang 'Takut Pasangan'
Dalam film ini, Fiki memerankan karakter Firza. Secara kepribadian, Firza digambarkan sebagai sosok yang kalem namun memiliki sisi slengean. Uniknya, Fiki membangun latar belakang mandiri untuk karakternya yang tidak tertulis di skrip.
Ia membayangkan Firza sebagai mahasiswa yang tidak memiliki banyak teman di kampusnya sendiri, sehingga ia selalu menempel pada geng utama di film tersebut. Selain itu, Fiki juga memberikan sentuhan humor pada karakternya.
"Dia juga tipe pacar yang agak 'takut istri' atau takut sama Selly (Gabriella Ekaputri)," tambahnya.
Tantangan Akting: Berbicara dengan Ruang Kosong
Salah satu kesulitan teknis yang paling membuat Fiki terkejut adalah saat harus melakukan pengambilan gambar dengan teknik close-up. Dalam teknik ini, lawan bicaranya seringkali tidak berada tepat di hadapannya, melainkan di belakang kamera untuk menyesuaikan sudut pandang (eyeline).
"Aku harus bicara menghadap ke sebuah titik kosong yang dianggap sebagai Glenn atau Selly. Itu susah banget buat aku sebagai pemain baru," jelasnya.
Pemilik nama asli Muhammad Fiqih Ayatullah, juga menceritakan pengalamannya harus mengulang adegan ketakutan hingga tujuh kali karena sutradara, Bu Dinna Jasanti menganggap intensitas emosinya kurang maksimal.
Fiki dituntut untuk berekspresi semakin takut pada sesuatu yang secara fisik tidak ada di depannya saat syuting.
Suasana Syuting: Kontras Antara Teror dan Canda
Meski 'Paket Santet' menyajikan atmosfer yang mencekam di layar, kondisi di balik layar justru sebaliknya. Fiki mengungkapkan bahwa kehadiran Fatih Unru dan Farandika membuat suasana syuting yang banyak dilakukan di malam hari menjadi sangat cair.
| Baca Juga: Film '402 Rumah Sakit Angker Korea' Debut di Bucheon, Dapat Sambutan Hangat Penonton
"Sejujurnya tidak terasa seram karena Fatih Unru dan Farandika itu orangnya tidak bisa serius sama sekali. Kita baru bisa serius itu pas diteriakkan 'Action!'," kata Fiki.
Kekompakan para pemain ini terbawa hingga ke masa promosi film, di mana mereka sering kali kesulitan menjawab pertanyaan serius karena terlalu asyik bercanda.
Antara Budaya Santet dan Kebiasaan Belanja Online
Mengenai judul film yang unik, Fiki berpendapat bahwa 'Paket Santet' adalah metafora yang sangat cerdas. Film ini menggabungkan unsur klenik tradisional Indonesia dengan gaya hidup modern, yaitu belanja daring.
"Santet itu sangat kental dengan budaya kita, terus kata 'Paket' itu sangat dekat dengan keseharian kita yang sering beli barang online. Gabungan dua hal lumrah ini jadi sesuatu yang mengerikan saat kita menerima paket tanpa tahu siapa pengirimnya dan apa isinya," tutur Fiki mengenai filosofi di balik judul film tersebut.
| Baca Juga: Arya Saloka Gemetar Lakukan Ruqyah, Acha Septriasa Jadi Iblis Mengerikan di 'Munafik: Melawan Iblis'
Pengalaman Mistis Nyata: Kasus Paket
Menariknya, Fiki Naki ternyata pernah mengalami kejadian nyata yang menyerupai premis filmnya. Saat baru pulang dari Pekanbaru, ia secara tidak sengaja membawa paket kotak hitam misterius yang memiliki kemiripan nama penerima dengan istrinya, Tina.
"Di paket itu tertulis 'Tina Agustina'. Istri aku namanya Tina juga. Paketnya berat banget, seperti berisi baja atau besi. Padahal itu bukan paketku," ceritanya dengan nada serius.
Beruntung, paket tersebut segera ditukar kembali sebelum sempat dibuka. Pengalaman ini membuatnya merasa bahwa horor yang diangkat dalam film "Paket Santet" sangat relevan dan bisa terjadi pada siapa saja.
Pandangan Terhadap Dunia Gaib
Menutup pembicaraan, Fiki memberikan pandangannya mengenai fenomena santet di Indonesia. Meski secara pribadi ia belum pernah menjadi korban, ia tetap menghargai kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal metafisika.
| Baca Juga: Film Semua Akan Baik-Baik Saja Raih 4 Nominasi di Festival Film Bandung, Ini Kata Baim Wong
"Aku antara percaya dan tidak percaya. Tapi banyak sekali cerita dari orang di sekitar yang mengalami hal di luar nalar. Lewat film ini, kita mencoba memvisualisasikan kengerian itu melalui sesuatu yang sangat dekat dengan keseharian kita," pungkasnya.
Film horor Paket Santet mengisahkan teror ilmu hitam modern yang menimpa sekelompok mahasiswa (Deva, Bella, Ale, Celia, Firza, Kiki, dan Glen) setelah menerima kiriman paket misterius. Mereka harus berkejaran dengan waktu untuk menghentikan kutukan mematikan tersebut sebelum nyawa mereka melayang satu per satu. (*)







