4 Mitos Kanker Payudara yang Masih Banyak Dipercaya
VIVIA MEDIA — Kanker payudara menjadi salah satu jenis penyakit yang paling sering menyerang perempuan. Diperkirakan sekitar satu dari delapan wanita memiliki risiko terkena kondisi tersebut.
Karena kasusnya yang tinggi, banyak informasi beredar mengenai penyebab hingga cara mencegah kanker payudara.
Namun, tidak semuanya benar. Sejumlah anggapan yang sudah lama dipercaya ternyata hanyalah mitos dan tidak didukung bukti ilmiah.
Dilansir dari Eating Well, berikut beberapa mitos tentang kanker payudara yang telah dibantah para ahli.
| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium
1. Bra berkawat menyebabkan kanker payudara
Salah satu mitos yang paling populer adalah penggunaan bra berkawat dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Menurut ahli onkologi payudara dari John Theurer Cancer Center, dr. Donna McNamara, anggapan tersebut tidak benar. Mitos itu muncul dari teori bahwa bra berkawat menghambat aliran cairan limfa sehingga racun menumpuk di payudara.
Padahal, penelitian menunjukkan sistem limfatik tidak bekerja seperti itu. Studi yang diterbitkan dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention pada 2014 juga tidak menemukan hubungan antara penggunaan bra berkawat dengan risiko kanker payudara.
| Baca Juga: Usai Bebas Kanker Payudara, Jessie J Umumkan Putus dari Chanan Safir Colman
2. Pria tidak bisa terkena kanker payudara
Meski jauh lebih jarang terjadi, pria juga dapat mengalami kanker payudara.







