Gejala Batu Saluran Kemih Jangan Diabaikan, Dokter Ungkap Risiko Pada Ginjal
VIVIA MEDIA — Batu saluran kemih masih menjadi salah satu penyakit urologi yang paling sering ditemukan dan angka kejadiannya terus meningkat. Meski kerap dianggap hanya menyebabkan nyeri hebat, penyakit ini ternyata dapat berujung pada gangguan fungsi ginjal hingga penyakit ginjal kronis apabila terlambat mendapatkan penanganan.
Dokter Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, FICS, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala batu saluran kemih. Menurutnya, penanganan yang cepat dan tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
"Banyak masyarakat menganggap batu saluran kemih hanya menyebabkan nyeri. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, batu dapat menyebabkan sumbatan saluran kemih, infeksi berat, gangguan fungsi ginjal, bahkan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis," ujar dr. Teguh di Jakarta (22/7/2026).
Dr. Teguh menjelaskan, batu saluran kemih terbentuk akibat endapan mineral di ginjal maupun saluran kemih. Kondisi tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kurang minum air putih, pola makan tertentu, infeksi saluran kemih, gangguan metabolisme, hingga faktor keturunan.
| Baca Juga: Mengenal Melasma, Gangguan Kulit Kronis yang Sering Disalahpahami
Penyakit ini lebih banyak dialami laki-laki berusia 40 hingga 50 tahun. Risiko juga meningkat pada penderita obesitas, individu dengan gaya hidup kurang aktif, serta masyarakat yang tinggal di daerah beriklim panas karena lebih mudah mengalami dehidrasi.
Salah satu tanda paling khas batu saluran kemih adalah nyeri hebat di bagian pinggang yang muncul secara tiba-tiba. Rasa sakit tersebut dapat menjalar ke perut bagian bawah, selangkangan, hingga alat kelamin, bahkan intensitasnya sering disamakan dengan nyeri persalinan.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, nyeri saat buang air kecil, urine bercampur darah, hingga demam apabila telah terjadi infeksi.
Namun, dr. Teguh mengingatkan bahwa tidak semua penderita merasakan gejala. Dalam sejumlah kasus, batu saluran kemih baru diketahui secara tidak sengaja ketika pasien menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.
| Baca Juga: Waspada, Gigi Berlubang pada Anak Bisa Berujung Infeksi dan Ganggu Tumbuh Kembang
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya memulai pemeriksaan menggunakan ultrasonografi (USG) karena aman, praktis, dan tidak menggunakan radiasi.
Apabila diperlukan, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan Non-Contrast CT Scan (NCCT) yang saat ini menjadi standar emas dalam menentukan ukuran, lokasi, dan karakteristik batu sehingga dokter dapat memilih metode penanganan yang paling sesuai.
1 2







