Perkembangan teknologi di bidang urologi kini memungkinkan penanganan batu saluran kemih dilakukan secara lebih efektif dengan metode minim invasif.

Pada batu berukuran kecil, pasien umumnya cukup menjalani terapi obat agar batu dapat keluar secara alami. Namun, jika batu menyebabkan sumbatan, infeksi, nyeri berulang, berukuran besar, atau mengancam fungsi ginjal, tindakan aktif perlu segera dilakukan.

| Baca Juga: Hal yang Boleh dan Dilarang Dalam Merawat Luka Menurut Para Ahli

Salah satu inovasi terbaru adalah penggunaan Thulium Fibre Laser, teknologi laser generasi baru yang mampu menghancurkan batu secara lebih efektif dengan waktu tindakan yang lebih singkat.

Selain itu, penggunaan sistem suction modern membantu menjaga tekanan di dalam ginjal selama prosedur berlangsung sehingga mampu menurunkan risiko infeksi sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien.

Cegah Kekambuhan dengan Perubahan Gaya Hidup

Menurut dr. Teguh, tantangan terbesar dalam penanganan batu saluran kemih adalah tingginya angka kekambuhan.

Karena itu, pengobatan tidak berhenti setelah batu berhasil diangkat. Pasien tetap perlu menjalani evaluasi metabolik untuk mengetahui penyebab pembentukan batu serta menerapkan perubahan gaya hidup agar penyakit tidak kembali muncul.

| Baca Juga: Bukan Hanya Polusi, Ini 5 Pemicu Asma yang Berasal dari dalam Rumah

"Pengobatan tidak berhenti setelah batu berhasil dikeluarkan. Kami juga melakukan evaluasi metabolik untuk mengetahui penyebab pembentukan batu sehingga kekambuhan dapat dicegah. Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali," tutup dr. Teguh. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: