Selama berhari-hari, Chef Juna terus mengalami kekerasan fisik dari para seniornya. Hingga pada suatu hari, mereka berhenti melakukannya setelah melihat tato di punggung pria itu.

"Waktu mereka gebukin bajunya kan keangkat. Punggung gue udah penuh (tato). Mereka malah mundur sendiri," ucapnya.

Zaman tahun 90-an, tato masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu oleh masyarakat. Sehingga tidak heran jika banyak yang merasa takut saat melihat seseorang bertato pada masa itu.

| Baca Juga: Amanda Manopo Jadi Korban Guna-guna Mantan Karyawan, Ternyata Ini Motifnya

Namun sikap tidak kenal takut Chef Juna justru membuatnya ditunjuk untuk menjadi ketua angkatan. Sayangnya, ia tidak menyelesaikan kuliahnya karena terlalu nakal.

Ia bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai seorang 'kriminal', bukan lagi anak muda 'bandel'.

Perjalanan Karier Juna Menjadi Seorang Chef

Sekitar tahun 1997, pria pemilik nama asli Junior John Rorimpandey itu memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat dengan niat memperbaiki kehidupannya.

Di sana, ia menempuh pendidikan di sekolah penerbangan untuk menjadi pilot. Ia mengantongi lisensi Private Pilot dan Instrument Rated Pilot untuk tipe pesawat mesin tunggal (single engine).

| Baca Juga: Ibunda Richelle Skornicki Tegas Tolak Rencana Pernikahan Aliando Syarief

Namun ia tidak bisa melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan lisensi menerbangkan pesawat bermesin ganda karena kendala ekonomi.

Chef Juna sempat bekerja serabutan menjadi pengantar laundry hingga petugas keamanan di klub malam. Ia terjun ke dunia kuliner setelah mendapat pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restoran tradisional Jepang.

Si pemilik restoran mengajarinya cara memasak yang akhirnya terus ia tekuni hingga menjadi koki terkenal seperti sekarang. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: