VIVIA MEDIA — Chef Juna mengenang masa mudanya saat menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Perminyakan angkatan 1993 di Universitas Trisakti. Ia pernah mengalami perpeloncoan selama masa orientasi.

Kisah tersebut ia ceritakan saat menjadi bintang tamu di podcast Bicara Sara Wijayanto yang tayang di kanal YouTube C8 Podcast, Minggu (26/7/2026).

Saat ditanya oleh Sara separah apa perploncoan yang dialaminya, Chef Juna menyebut "sangat parah". Namun menariknya, ia justru menyukainya.

"Serius (parah banget). Not kidding and I love it," ungkapnya.

| Baca Juga: Remaja Kasmaran, Intip Potret Manis Noah Anak BCL Bareng Pacar

Pria berusia 51 tahun itu mengisahkan bahwa selama seminggu masa orientasi, kegiatannya hanya perpeloncoan.

"Selama seminggu nih, itu kerjanya cuma dipelonco aja, diinjak-injak dan lain sebagainya," tuturnya.

Setiap harinya, para mahasiswa baru diberikan waktu selama satu jam untuk mencari barang-barang aneh, seperti nasi tiga warna dan helm berisi bola plastik.

Namun Chef Juna tidak pernah mengumpulkan barang-barang yang diminta. Daripada menghabiskan waktu untuk mencari barang-barang tersebut, ia memilih tidur.

"Hari pertama datang nggak bawa apa-apa. Nongol aja. 'Kenapa kamu nggak gini gini gini?', 'ketiduran kak'. Udah digebukin," ujarnya.

| Baca Juga: Ayah Bertrand Antolin Meninggal Dunia, Baru Dipertemukan Setelah 38 Tahun Berpisah

"Loh, kita pintar dong. Kita mendingan tidur 1 jam. Karena kalau kita bawa list yang mereka kasih juga bakal salah juga, bakal dikerjain juga. Udah mendingan tidur," sambungnya.

Selama berhari-hari, Chef Juna terus mengalami kekerasan fisik dari para seniornya. Hingga pada suatu hari, mereka berhenti melakukannya setelah melihat tato di punggung pria itu.

"Waktu mereka gebukin bajunya kan keangkat. Punggung gue udah penuh (tato). Mereka malah mundur sendiri," ucapnya.

Zaman tahun 90-an, tato masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu oleh masyarakat. Sehingga tidak heran jika banyak yang merasa takut saat melihat seseorang bertato pada masa itu.

| Baca Juga: Amanda Manopo Jadi Korban Guna-guna Mantan Karyawan, Ternyata Ini Motifnya

Namun sikap tidak kenal takut Chef Juna justru membuatnya ditunjuk untuk menjadi ketua angkatan. Sayangnya, ia tidak menyelesaikan kuliahnya karena terlalu nakal.

Ia bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai seorang 'kriminal', bukan lagi anak muda 'bandel'.

Perjalanan Karier Juna Menjadi Seorang Chef

Sekitar tahun 1997, pria pemilik nama asli Junior John Rorimpandey itu memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat dengan niat memperbaiki kehidupannya.

Di sana, ia menempuh pendidikan di sekolah penerbangan untuk menjadi pilot. Ia mengantongi lisensi Private Pilot dan Instrument Rated Pilot untuk tipe pesawat mesin tunggal (single engine).

| Baca Juga: Ibunda Richelle Skornicki Tegas Tolak Rencana Pernikahan Aliando Syarief

Namun ia tidak bisa melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan lisensi menerbangkan pesawat bermesin ganda karena kendala ekonomi.

Chef Juna sempat bekerja serabutan menjadi pengantar laundry hingga petugas keamanan di klub malam. Ia terjun ke dunia kuliner setelah mendapat pekerjaan sebagai pelayan di sebuah restoran tradisional Jepang.

Si pemilik restoran mengajarinya cara memasak yang akhirnya terus ia tekuni hingga menjadi koki terkenal seperti sekarang. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: