Grup Jazz Krakatau dan Karimata Reuni Sepanggung Setelah 40 Tahun
Selain bertukar lagu, penonton juga akan disuguhi kolaborasi lintas personel serta battle performance yang hanya bisa disaksikan di panggung JGTC The City Series Vol. 2.
Keyboardis Krakatau, Dwiki Dharmawan, menyebut Karimata dan Krakatau sebagai "saudara" yang tumbuh pada era yang sama dan ikut membesarkan musik jazz fusion Indonesia.
| Baca Juga: Tak Kenal Kata Pensiun, Achmad Albar Tetap Berkarya di Usia 80 Tahun
"Krakatau dengan Karimata itu seperti saudara. Dua band ini muncul pada periode yang sama dan masa-masa itu sangat mengasyikkan. Sekarang saatnya kita ulangi lagi di JGTC The City Series," ujar Dwiki.
Sementara itu, Candra Darusman menjelaskan bahwa konser kali ini memang mengusung tema jazz fusion atau jazz-rock, berbeda dari edisi perdana yang mengangkat konsep big band.
Menurutnya, jazz fusion merupakan salah satu subgenre yang berkembang sejak akhir 1960-an di Amerika Serikat dan mencapai popularitas tinggi di Indonesia pada pertengahan 1980-an.
Ketua Pelaksana JGTC The City Series Vol. 2, Untung Pranoto, menyebut mempertemukan Karimata dan Krakatau ibarat mengumpulkan dua superhero dunia jazz Indonesia.
| Baca Juga: Ungu Siap Gelar Konser 'Final Chapter', Rayakan 30 Tahun Berkarya
"Menghadirkan Karimata dan Krakatau dalam satu konser rasanya seperti mempertemukan dua jagoan, ibarat The Avengers dunia jazz Indonesia," ujarnya.
Konser juga akan semakin meriah dengan kehadiran sejumlah penyanyi legendaris, seperti Harvey Malaihollo, Ricky Basuki, dan Lydia Nursaid. Acara akan dipandu oleh Indra Bekti dan Shinta Juju.
Menuju 50 Tahun Jazz Goes to Campus
JGTC The City Series Vol. 2 merupakan bagian dari rangkaian menuju dua tonggak penting, yakni 50 tahun Jazz Goes to Campus dan 500 tahun Kota Jakarta.







