VIVIA MEDIA — Film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More) garapan sutradara Edwin kembali mencatat prestasi di kancah internasional. Film produksi Palari Films itu membawa pulang dua penghargaan dari Fantasia International Film Festival ke-30 di Montreal, Kanada, serta satu penghargaan dari Neuchâtel International Fantastic Film Festival (NIFFF) di Swiss.

Di Fantasia International Film Festival, Monster Pabrik Rambut meraih penghargaan Best Screenplay dalam kompetisi Cheval Noir.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Edwin bersama Eka Kurniawan dan Daishi Matsunaga atas skenario yang dinilai menghadirkan perpaduan cerita rakyat, humor, isu hak pekerja, unsur body horror, dan kisah keluarga dalam satu cerita.

Selain itu, film ini juga menerima Special Mention of the Jury untuk kategori Special Practical Effects.

| Baca Juga: Raih Award Tertinggi di Festival Film Los Angeles, 'Bandit' Harumkan Nama Indonesia

Penghargaan tersebut diberikan kepada Jabrik Hellworker, AAT, dan Issei Oda atas penggunaan efek praktikal buatan tangan yang dipadukan dengan visual effect (VFX) sehingga menciptakan tampilan monster dan suasana yang dinilai kuat oleh dewan juri.

Prestasi Monster Pabrik Rambut berlanjut di Neuchâtel International Fantastic Film Festival (NIFFF), Swiss. Film tersebut meraih Best Production Design Award yang diterima oleh penata artistik Menfo Tantono dan Guntur Mupak.

Edwin mengatakan ide cerita Monster Pabrik Rambut lahir dari kegelisahannya melihat kondisi dunia kerja yang menurutnya semakin tidak sehat.

"Dunia kita makin sakit dan semakin dinormalisasi sampai titik yang absurd dan mengerikan. Orang-orang dituntut untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh mereka demi bertahan dari kerja paksa berjam-jam. Untuk apa, dan untuk siapa?" ujar Edwin.

| Baca Juga: Lebih Dekat dengan David Jonsson: Sosok T'Challa Baru di Film Black Panther 3

Film ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Luqman "Kev" Hakim.

Keberhasilan tersebut menambah daftar pencapaian internasional Edwin dan Palari Films.

1 2

Tags: