“Saya memang selalu ingin bikin lagu dengan synth yang terdistorsi dan mempunyai nada dissonance seperti itu. Saya lebih suka sesuatu yang terdistorsi ketika membangun ketegangan. Selain itu, saya menaruh instrumen snare di bagian akhir,” tutur Knogg menambahkan.

Keunikan Lirik dari Dialog Tokoh Utama

Tentang lirik, Leila mengaku menggabungkan puisi tersebut dengan larik “Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali” yang diucapkan tokoh Laut beberapa kali di dalam novel tersebut.

Lirik itu diciptakan penyair Sutardji Calzoum Bachri. Karena itu Leila menganggap nama Sutardji harus ada di dalam deretan pencipta lirik.

| Baca Juga: Trailer Terbaru Film Paket Santet Sajikan Teror Lebih Brutal, Fadly Faisal Jadi Sosok Misterius

Lirik Matilah Kau Mati memang menjadi salah satu kalimat ikonik dari semesta Laut Bercerita, yang juga banyak dikutip oleh pembacanya dan para penikmat film pendeknya. Tak heran, di saat mengutak-atik lirik itu,baik Cholil maupun Leila sepakat agar judul “Di Hari Kematianku” diubah menjadi “Matilah Kau Mati.”

"Jadi meski kita dibungkam atau dipaksa agar takut berbicara, pasti akan bertumbuh keberanian lain di mana-mana," ujar Leila.

Dalam memproduksi lagu ini, Knogg juga banyak terinspirasi oleh karya-karya sang ayah bersama Efek Rumah Kaca. Di lagu Matilah Kau Mati, Knogg seraya ingin membawa pesan keresahan sebagai simbol perlawanan dan kebebasan bersuara di ruang demokrasi.

Di bagian pertengahan lagu, di bagian chorus, awalnya belum ada fighting spirit-nya. Namun dari proses kreatif bersama ayahnya, Knogg memberi masukan untuk membuat musiknya menjadi lebih memiliki pesan yang mendorong orang untuk menggunakan kebebasan mereka untuk melawan balik dan protes.

| Baca Juga: Dukungan Penuh Andrew Garfield untuk Film ‘Spider-Man’ Terbaru Tom Holland

“Akhirnya saya memutuskan untuk menambahkan lebih banyak pergerakan, lebih banyak fighting spirit di lagu,” ungkap Knogg.

Film Laut Bercerita akan tayang di bioskop Indonesia bulan Oktober tahun ini. Diproduksi oleh Pal8 Pictures, bekerja sama dengan bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha Lynx Films dan Brandlink. Film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, dengan skenario yang ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila S. Chudori. Leila juga menjadi produser film ini bersama Gita Fara dan Budi Setyarso.

1 2 3

Tags: