Bukan Sekedar Jago Main Gim, Ini Alasan Tubuh Atlet Esports Harus Dilatih
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Esports masih kerap dipandang sebelah mata karena pertandingannya berlangsung di depan layar, tanpa lapangan luas atau kontak fisik seperti olahraga konvensional. Namun, di balik permainan atau gim yang tampak statis itu, atlet esports sebenarnya menghadapi tuntutan ketahanan fisik dan mental yang tidak ringan.
Mereka harus mampu menjaga konsentrasi dalam waktu lama, mengendalikan respons tubuh di bawah tekanan, serta mengambil keputusan cepat dan tepat, yang semuanya membutuhkan kondisi fisik yang terjaga.
Hal ini menjadi perhatian serius dalam persiapan Tim Nasional Esports Indonesia menjelang Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026, serta Global Esports Games Los Angeles 2026 di Amerika Serikat pada 1-7 Desember 2026.
Program Pemusatan Latihan Nasional yang berlangsung hingga Mei 2027 tidak hanya mengasah kemampuan teknis dan strategi, tetapi juga mencakup kesiapan fisik, mental, nutrisi, pemulihan, dan pengelolaan beban latihan.
| Baca Juga: Pahami Pentingnya Hidrasi, Proses Pemulihan Tubuh usai Lari
Maleaky Patty, Strength and Conditioning Timnas Esports Indonesia, melihat sejak 2023 bahwa banyak pemain memasuki dunia profesional dengan kondisi fisik yang kurang baik akibat kebiasaan duduk dalam waktu lama.
Karena itu, setiap atlet dinilai kondisi fisiknya terlebih dahulu sebelum program disusun sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari fleksibilitas, mobilitas, kekuatan, hingga daya tahan.
Hasilnya mulai terlihat. Atlet dengan tubuh lebih berat mengalami penurunan lingkar tubuh hingga 10-12 sentimeter, sementara atlet yang sebelumnya kurus mengalami peningkatan massa otot.
Menurut Eky, sapaan akrabnya, perubahan itu bukan sekadar soal penampilan, melainkan kemampuan atlet memahami dan mengelola tubuhnya sendiri.
| Baca Juga: Bukan Sekadar Pengguna, Gen-Z Didorong Jadi Pencipta Teknologi
"Knowledge is more important," katanya dalam diskusi bertajuk We Got Your Back! Optimalisasi Sports Science dan Sinergi Ekosistem Pendukung di Hotel Mercure Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/9).
Pendekatan latihan pun tidak disamaratakan. Eky menjelaskan bahwa latihan dimulai dari stabilitas tubuh, baru kemudian diarahkan ke kekuatan, power, dan kecepatan.
1 2






