Penuh Romansa, Pemutaran Perdana Film 'Dan Bandung' di Surabaya Bikin Penonton Gemas
Perjuangan di Balik 'Dan Bandung'
Proses pembuatan film 'Dan Bandung' memakan waktu kurang lebih lima bulan. Titin Suryani dan Bedy Kunady bersama tim memercayakan kursi sutradara kepada Rudi Soedjarwo yang sebelumnya menggarap film romansa fenomenal 'Ada Apa dengan Cinta?' (2002).
"Tentunya karena ini film romansa, film remaja, kami berdiskusi untuk mendapatkan sutradara yang terbaik," jelas Titin.
| Baca Juga: Mengenal Devyn Dalton, Wanita yang Jadi Stunt Double Matt Damon di 'The Odyssey'
"Akhirnya kami memilih mas Rudi Soedjarwo karena beliau ini sudah sangat pengalaman. Dulunya, beliau yang bikin AADC (Ada Apa Dengan Cinta?)," sambungnya.
Meski fokusnya ada pada kisah cinta remaja, tetapi 'Dan Bandung' juga memasukkan unsur parenting ke dalamnya, khususnya tentang hubungan orangtua dan anak.
"Film ini relate juga sih dengan remaja-remaja yang antara dulu dengan sekarang sebenarnya sama. Jadi ada gemes-gemesnya, cara-cara merayu, dan masa persahabatan mereka juga, dan juga sampai ke sisi orangtuanya," ungkap Titin.
Debut Akting Shanna Shannon
Film 'Dan Bandung' menjadi penanda debut Shanna Shannon sebagai aktris. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai penyanyi muda berbakat.
| Baca Juga: Resmi Comeback, Kim Soo Hyun Kebanjiran 40 Tawaran Drama dan Film
Dalam memerankan Elma, gadis berusia 20 tahun itu tidak mengikuti kelas akting khusus. Namun untungnya, ada sesi simulasi adegan yang membuatnya lebih cepat mendalami peran dan membangun chemistry dengan pemeran lain.
"Aku sebelumnya belum pernah les akting sama sekali. Tapi untungnya karena ada masa simulasi, jadi satu bulan kami (para pemeran) ketemuan intens setiap hari," katanya.
"Om Rudi sangat nge-guide kami, apalagi aku sebagai aktris baru ya. Jadi itu sangat membantu aku," tambahnya.
Namun Shanna Shannon tidak menampik bahwa ia juga mengalami banyak kesulitan selama berakting. Salah satunya saat melakoni adegan emosional bersama keluarga Elma.







