Berat Badan Shabrina Leanor Turun Lewat Bariatrik, Ungkap Alasan di Balik Keputusan
VIVIA MEDIA — Transformasi fisik penyanyi Shabrina Leanor menjadi perhatian publik. Juara Indonesian Idol musim ke-13 tahun 2025 itu berhasil menurunkan berat badan hingga 14 kilogram hanya dalam waktu sekitar empat bulan.
Namun, perubahan tersebut bukan semata demi penampilan. Shabrina mengungkapkan bahwa keputusan menjalani operasi bariatrik dan rangkaian perawatan body contouring didorong oleh keinginannya menjaga kesehatan, mempertahankan karier di industri hiburan, sekaligus membangun kembali rasa percaya dirinya.
"Aku kan habis bariatrik, berat badanku turun dari 79 kilogram jadi 65 kilogram. Setelah itu memang pengin body shaping supaya lebih proporsional. Sudah sekitar empat bulan jalanin treatment dan hasilnya benar-benar kelihatan," ujar Shabrina di kawasan SCBD, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Shabrina mengaku perjalanan transformasinya bermula dari pengalaman kurang menyenangkan akibat komentar negatif di media sosial. Ia kerap menerima cibiran terkait bentuk tubuhnya sejak mulai dikenal sebagai penyanyi.
| Baca Juga: Berat Badan Turun, Begini Tips Diet ala Maia Estianty
Menurutnya, tekanan tersebut sempat memengaruhi kondisi mental hingga membuatnya kehilangan rasa percaya diri.
"Kecantikan sebenarnya bukan looks yang harus bagus banget. Tapi karena kita kerja di dunia hiburan, ada standar yang membuat karier kita bisa stabil dan panjang. Salah satu effort yang bisa dilakukan adalah memperbaiki tubuh," ungkapnya.
Ia bahkan mengaku beberapa komentar yang diterimanya membuatnya menangis dan merasa terpuruk.
"Karena gendut, aku dibilang kayak ibu-ibu anak tiga. Aku tidak tahu ketika terjun di entertain ternyata menghadapi banyak cemoohan, kritik, dan segala macam. Aku sampai mewek, sedih, down. Oke, aku akan lakukan yang terbaik," tuturnya.
| Baca Juga: Tiga Tahun Konsisten, Ini Rahasia Febby Rastanty Tetap Tekuni Dunia Lari
Meski sempat takut menjalani tindakan medis karena memiliki toleransi rasa sakit yang rendah, pengalaman Shabrina ternyata jauh dari bayangannya.
"Jujur aku tipe orang yang pain tolerance-nya rendah, paling takut sama suntikan. Tapi kemarin benar-benar nggak ada rasa. Untuk aku, skalanya dari 1 sampai 10 mungkin rasanya cuma di angka dua," katanya.
1 2







