VIVIA MEDIA — Nama Yurizal Tri Chaerawan menjadi sorotan publik setelah kisahnya viral di media sosial. Pria tersebut diketahui sempat mengunggah keluhan karena harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit (RS).

Tak lama setelah unggahan itu, Yurizal dikabarkan meninggal dunia.

Ironisnya, keluhan yang sempat disampaikan Yurizal justru memicu beragam komentar bernada sinis. Sejumlah akun media sosial yang diduga milik tenaga kesehatan (nakes) dan dokter menjadi sorotan karena dinilai memberikan respons yang tidak menunjukkan empati kepada pasien.

Kabar meninggalnya Yurizal pertama kali disampaikan oleh sepupunya, Hilda Aprianti Perdana, melalui media sosial pada Sabtu (1/8/2026). Dalam unggahannya, Hilda mengabarkan bahwa Yurizal telah berpulang dan mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

| Baca Juga: Polisi Tutup Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya

Ucapan belasungkawa tersebut kemudian menyebar luas dan memicu perhatian publik. Warganet kembali mengingat unggahan Yurizal beberapa hari sebelumnya yang menceritakan pengalaman menunggu ruang rawat inap selama delapan jam.

Melalui akun Threads miliknya, Yurizal menulis: "8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS."

Unggahan tersebut awalnya hanya berisi curahan hati mengenai lamanya antrean pelayanan. Yurizal bahkan tidak menyebut nama rumah sakit karena mengaku menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Alih-alih mendapat dukungan, unggahan Yurizal justru dibanjiri komentar yang dinilai menyudutkan.

| Baca Juga: Tragedi Gempa Kumamoto Jepang: Gadis 22 Tahun Tewas Terjebak Ledakan Usai Disuruh Amankan Uang Kasir

Salah satu akun, @b**nychr**n, menuliskan bahwa antrean ruang perawatan tidak ada kaitannya dengan status kepesertaan BPJS. Namun, gaya penyampaiannya menuai kecaman.

"Kalau full mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS. Kalau mau pindah cepat mah ruang jenazah selalu kosong."

1 2

Tags: